KARAWANG, Spirit – Puluhan kamar kontrakan pedagang kaki lima dan satu rumah rata dilalap api di bantaran irigasi KW 3 Rawagabus Pos, Kelurahan Adiarsa Timur Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang. Sumber api diduga dari konsleting arus listrik yang berdampak pada ledakan gas yang berasal dari salah satu dapur kontrakan, Sabtu sore (13/08).
Yayah, (40) warga setempat mengatakan, kobaran api mulai terlihat sekitar pukul 15.15 WIB, usai terdengar sekitar tiga kali ledakan dari dalam salah satu kamar kontrakan. Api membumbung tinggi dan langsung melalap habis sekitar 20 kamar kontrakan yang dihuni para pedagang kaki lima.
“Saya sedang masak juga ditinggal saat terdengar ledakan. Sepertinya dari gas di dapur kontrakan tukang rujak,” kata Yayah.
Akibatnya, puluhan kilogram sayur daging miliknya yang dipersiapkan untuk acara syukuran bayi turut terbakar dan tercampur arang reruntuhan bangunan yang terbakar.
Sementara, Rosadi (41) Satpam salah satu perusahaan yang mengontrak di lokasi kebakaran, mengatakan,dirinya sempat berusaha memadamkan kobaran api bersama warga. Namun, api yang besar terus melalap bangunan yang terbuat dari bahan non permanen itu hingga ludes. “Ada motor milik tetangga serta gerobak pedagang yang mengontrak hangus juga. Malah STNK dan BPKB saya turut ludes terbakar,” ujarnya.
Warga lain, Sobur (41), menambahkan, dugaan sementara kebakaran dipicu dari konsleting listrik salah satu kontrakan. Api yang membakar seluruh isi kamar kontrakan itu membuat gas yang ada di dapurnya terpanggang dan meledak.
“Setelah api membesar dan membakar kamar kontrakan lain, baru satu per satu ledakan lain menyusul. Banyak gas soalnya rata-rata yang ngontrak pedagang kaki lima,” ungkapnya.
Menurutnya, rumah kontrakan petak non permanen yang dihuni pada pedagang PKL itu, milik Iiy, warga Garut, bos PKL yang saat kejadian tengah berada di Bandung. Sementara, satu rumah permanen milik warga setempat bernama Toto, turut terbakar kena imbasnya. “Itu satu rumah milik Toto pegawai PLN ikut terbakar,” katanya.
Beruntung, kendati melalap habis seluruh kamar kontrakan , hanya 1 rumah warga yang ikut terbakar. Sementara, rumah lain yang lokasinya sangat berhimpitan tak turut tebakar setelah warga dan lima unit mobil pemadam kebakaran berhasil menguasai api. Akibat persitiwa tersebut, kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta.
“Tak ada korban jiwa, hanya 1 orang warga terjatuh dari atap rumah saat coba memadamkan api,” kata Sobur.(dit)