CILAMAYA WETAN, Spirit



Belum jelasnya pelantikan calon Kepala Sekolah Dasar (SD) dilingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang pengganti  para Kepala Sekolah yang terkena periodesasi bulan Januari 2018 kemarin menuai kekecewaan.

Tertundanya Periodesasi tersebut disikapi beragam oleh para calon kepala sekolah dasar yang ada di Kecamatan Cilamaya Wetan, para calon yang akan menjadi pengganti antar periode diwilayah itu diperkirakan sebanyak 21 orang.

Menurut salah satu calon kepala SD di Cilamaya Wetan, menyampaikan, bahwa pelantikan kepala SD pengganti periodesasi bulan Januari 2018 kemarin sampai saat ini belum ada kejelasan. Padahal, para calon kepala sekolah telah menanti waktu tersebut sudah dua tahun lamanya.

“Setelah mendengar informasi itu kami merasa kecewa pisan. Karena, Perekrutan calon kepala sekolah sudah dilakukan dua tahun lalu dan sudah dilakukan perangkingan. Kenapa pas waktunnya seperti ini. Kecewa berat karena sudah bertahun-tahun menungg, namun periodesasi urung digelar dengan alasan yang kurang bisa diterima,” ungkap sumber yang meminta jati dirinya untuk tidak dikorankan, Kamis (13/2).

Beberapa calon Kepala Sekolah Dasar saat dimintai tanggapan atas ditundanya periodesasi menyikapi dengan berbagai macam sikap, ada yang menyatakan pasrah dengan kejadian tersebut, ada yang merasa biasa saja dan tidak sedikit yang merasa kecewa.


Yahya Hambali

Menurutnya kejadian tersebut menunjukan kinerja yang kurang profesional dari dinas terkait, dimana seharusnya pelantikan periodesasi sesuai dengan yang dijadwalkan. Dan hal ini harus segera dikonsultasikan dengan Bupati Karawang.

“Aneh saja rasanya pembatalan periodesasi ini, dimana saat menunggu waktu yang sudah ditentukan batal begitu saja,” keluhnya.

Dengan terundanya periodesasi awak media meminta tanggapan kepada Koordinator Kecamatan Bidang Pendidikan (Korwilcambidik) Cilamaya Wetan, Yahya Hambali, usai rapat dengan kepala sekolah di SDN Mekarmaya I, memberikan jawaban bahwa pengangkatan calon kepala sekolah yang sudah melalui testing itu tetap akan dilaksanakan.

“Pasti akan kami perjuangkan. Sekalipun ada peraturan yang mengatur tidak ada periodesasi. Kita lihat saja nanti,” kata mantan Kepala UPTD Pendidikan Cilamaya Wetan tersebut. (wan)