KARAWANG, Spirit



Tumpahan minyak diduga akibat kebocoran pipa pertamina cemari pantai pesisir Karawang. Temuan cairan minyak tersebut terjadi mulai Minggu (21/5/2019), setelah sejumlah warga menemukan buih dan cairan kental warna hitam dan berbau di bibir pantai utara Karawang.

Sejumlah warga dan aparat keamanan setempat yang mendatangi lokasi, mengumpulkan bekas bocoran minyak tersebut dengan karung dan plastik.

Warga pesisir Kecamatan Cibuaya, Karawang, Wanusuki, yang juga pemerhati lingkungan, mengatakan, cairan kental minyak tersebut mulai mencemari tambak di pantai Cemarajaya.

“Hasil penelusuran cairan itu muncul dari kegiatan eksplorasi Pertamina PHE ONWJ di Blon YY A. Awalnya hanya berupa gelembung gas yang muncul sejak 12 Juli 2019. Kemudian terjadi tumpahan minyak yang disebut oil spiil atau crude oil,” kata Wanusuki.

Menurutnya, tumpahan minyak oil spiil atau crude oil diperkirakan baru sampai ke pesisir utara Karawang, pada 21 juli 2019, menjelang magrib atau pukul 17.30 WIB.

“Kami berharap ada tim ahli yang diterjunkan ke lapangan untuk mengatasi persoalan ini,” harapnya.


Bupati Karawang, Cellica Nurachadiana, menyatakan akan memanggil penanggungjawab proyek agar dapat menjelaskan secara pasti terkait kebocoran minyak tersebut.

“Kami telah menerima laporan dari Kepala Desa Sedari dan Cemarajaya terkait hal itu. Kamis 25 Juli nanti, penanggung jawab proyek itu kami panggil,” katanya.

Hal tersebut juga dibenarkan,Kapolres Karawang, AKBP Nuredy Irwansyah Putra. Ia menerima laporan dari jajaran Polsek Cilamaya, terkait adanya pencemaran minyak di pantai Tengkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan.

“Titik kordinatnya adalah S 6 09 35″ E 107 60’28. Laporan masuk sementara, belum bisa kita sampaikan secara detail karena masih menunggu hasil dari lapangan,” kata Nuredy.

Informasi terakhir, Senin (22/72019), tumpahan minyak tersebut mulai mengeluarkan bau tak sedap. Cairan kental warna hitam pekat mulai terlihat di sepanjang pesisir pantai Sedari hingga pantai Cemara Jaya. (dit)