CILAMAYA WETAN, Spirit – Tujuh desa di Kecamatan Cilamaya Wetan saat ini telah memperoleh anggaran bantuan gubernur (bangub) Provinsi Jawa Barat tahun 2016, sehingga masih tersisa lima desa yang belum memperoleh bantuan tersebut.
Bangub sebesar Rp 15 juta tersebut dialokasikan untuk membayar kinerja para perangkat desa, namun sebagian desa dalam pencairannya mengalami keterlambatan.
“Yang belum cair diantaranya desa Rawagempol Wetan, Muara,Cilamaya, Sukatani dan Desa Tegalsari,” kata H.Udin, Kepala Desa Rawagempol Wetan kepada Spirit Jawa Barat, Jumat (12/8).
Padahal menurut Udin, tahapan demi tahapan telah dilalui dan semua proposal dari kelima desa tersebut sudah diajukan. Namun dalam pencairannya tidak serentak dengan tujuh desa lainnya.
”Secara administrasi sudah beres, tinggal menunggu waktu pencairan. Yang jadi pertanyaan kenapa ada desa yang belakangan ajukan proposal bisa cair, tapi yang ngajuin duluan malah belum juga cair. Dimohon secepatnya untuk dicairkan, kasihan perangkat desa sudah pada nunggu,” kata Ketua IKD Cilamaya Wetan tersebut.
Sebaiknya kata Udin, bila memang keterlambatan itu dianggap karena ada kekurangan dalam proposal pengajuan agar segera dikembalikan lagi untuk diperbaiki. Karena, dirinya beranggapan, tidak dikembalikannya proposal pengajuan, tentu tidak ada masalah. Selain itu Udin menghimbau, bagi desa yang mendapat bantuan pembangunan pada pelaksanaan haruslah sesuai dengan pengajuan proposal baik dari bentuk, ukuran dan penggunaan material, agar menghasilkan kualitas yang baik.
”LPJ secepatnya dibuat, karena itu juga merupakan kewajiban yang harus dibuat sebagai bentuk pertanggung jawaban untuk dilaporkan,” katanya menambahkan.
Ditempat lain, Kaur Pemerintahan Desa Tegalsari, Ijeng mengatakan, saat ini desanya belum menerima bantuan gubernur seperti desa lain. Padahal, kata Ijeng, kebutuhan desanyapun tidak jauh berbeda dengan desa lain yang lebih dulu memperoleh bantuan tersebut.
Bahkan kata Ijeng, Kepala Desanya saat ini merasa kebingunan untuk mencari dana talangan guna membayar honor perangkat desa. “Perangkat desa merengek ke Kades minta unag kinerja. Sementara anggarannya belum cair. Kasihan juga pak Kades,” katanya dengan singkat. (wan)
