KARAWANG, Spirit – Pasca sosialisasi pemulihan lahan dan ekosistem terkontaminasi YYA -1 di Karawang, Jawa Barat Akhir Agustus lalu oleh PHE ONWJ, baru-baru ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tinjau lapangan di Karawang, Kamis (10/9/2020).



Tinjauan lapangan berupa giat supervisi dan verifikasi lapangan dalam rangka progress pelaksanaan pemulihan fungsi lingkungan diawali di 3 titik, yaitu Karawang -1, Karawang -2 dan Karawang -3, itu dihadiri oleh Kasubdit Pemulihan Sektor PEM KLHK Melda Mardalina bersama perwakilan DLH Kabupaten Karawang dan DLH Provinsi Jawa Barat.

Melda menyampaikan apresiasi kepada PHE ONWJ yang sudah melakukan progress sejauh ini dan berharap terus dilanjutkan sesuai RPFLH.

VP Relations PHE, Ifki Sukarya menegaskan kegiatan pemulihan lingkungan adalah bentuk komitmen PHE ONWJ terhadap lingkungan pasca kejadian tumpahan minyak sumur YYA-1 dengan tujuan memulihkan lingkungan yang terkontaminasi akibat YYA1 sesuai dengan hasil dokumen Rencana Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup yang telah disetujui oleh KLHK.

“Pekerjaan pemulihan lingkungan area terkontaminasi minyak yang meliputi batuan, lahan,substrat mangrove, ekosistem, akan dilaksanakan dengan menggunakan metode kerja yang disetujui. Selain itu akan dilakukan pembersihan breakwave, tanggul , bebatuan dan penggantian sandbag.
Dan yang terakhir adalah penanaman mangrove termasuk pemeliharaannya di 8 titik, baik Karawang maupun Bekasi,” jelas Ifki.

Pekerjaan pemulihan di area Karawang, lanjut ifki, sudah dimulai akhir bulan Agustus, meliputi Pantai Mutiara, Pantai Galangan Kapal, Pantai Jalasena, Tambak Garam Cemara, Muara Sungai Buntu, Pantai Cemara (Pisangan), Pantai Samudera Baru, Pantai Pelangi, Pemukiman Cemara, Pisangan, Pantai Dobolan, Pamtai Sedari, Pantai Karangsari, Pantai Singkih, Pantai Sarakan dan Pantai Bungin.

“Beberapa program telah kami laksanakan lebih dulu, di periode bulan Juni hingga bulan Agustus, seperti pekerjaan housekeeping dan clean up sudah berlangsung di 15 lokasi pantai termasuk diantaranya perbaikan rumah warga yang terkena banjir rob,” ungkapnya.

“Kami berharap agar seluruh pihak mendukung upaya ini sehingga PHE ONWJ dengan bantuan seluruh pemangku kepentingan dapat mengembalikan kondisi lingkungan seperti semula,” tutup Ifki. (ist/dar)