CIKARANG, Spirit – Kader Partai Gerindra Kabupaten Bekasi berontak dan sempat melakukan kericuhan sehingga aparat kepolisian dari Polresta Bekasi harus turun tangan. Pasalnya, saat rapat bulanan tengah digelar, datang utusan dari DPP Partai Gerindra yang menyampaikan rekomendasi pencalonan Pilkada 2017 Kabupaten Bekasi adalah H Daris. Namun, Namun Daris pun diminta untuk menanggalkan jabatannya sebagai Ketua DPC dan diganti dengan orang lain yang diduga bukan kader Gerindra Kabupaten Bekasi. Sontak mendengar keputusan itu, memicu amarah para kader lainnya.
“Kedatangan saya untuk menyampaikan rekomendasi pencalonan Pilkada 2017 adalah Hj Daris, dan harus menanggalkan jabatan ketuanya,” kata Ketua Badan Pengawas Gerindra Kabupaten Bekasi, Bambang Kristiyono mendatangi kantor DPC guna menyampaikan pesan dari DPP disaat ada rapat pengurus, Sabtu (13/8).
Menurut dia, dalam keputusan itu sudah jelas, tetapi ada ketidakterimaan dari kader di daerah, setelah mendengarkan keputusan itu hingga ricuh.
Secara kronologisnya pada pukul 20.00 WIB, seluruh pengurus Gerindra se-Kabupaten Bekasi dari tingkat DPC, hingga ke ranting, tengah kumpul di markasnya guna melakukan rapat bulanan. Namun, di tengah rapat ini tiba-tiba kedatangan tiga orang tamu dari DPP yang menyampaikan pesan tersebut.
Sontak, tanpa dikomando sengan spontan, mereka melempar kursi plastik di ruang rapat Kantor DPC Partai Gerindra ke kaca yang mengelilingi markasnya.
Kaca pintu masuk utama ke ruangan pecah dan meja rapat pun dibanting.
Setelah 5 menit kemudian, aparat Polresta Bekasi Kabupaten turun ke lokasi untuk mendinginkan suasana dan tiga orang perwakilan DPP itu bergegas meninggalkan lokasi sekitar pukul 23.00 Wib (12/8).
Ia menambahkan, dalam keputusan yang dibacakan di depan seluruh kader daerahnya serasa sudah jelas. Tetapi kemarahan itu menandakan ketidaksolidan pengurus partai dalam mengaturnya.
“Kekecewaan boleh, tetapi jangan anarkis. Ini dikarenakan keputusan itu bukan jalan terakhir dalam kanca perpolitikan di Indonesia,” katanya.
Dan juga dalam struktural kepengurusan sudah menjadi hal biasa dalam mengatur dan mengkondisikan sebagai bentuk regenerasi di DPC Gerindra.
Oleh sebab itu meminta semua kader dan pengurus setempat untuk meredam ego setiap anggotanya ditingkat ranting, atau lainnya.