KARAWANG, Spirit

Anggota Sabhara (Bintara Samapta Bhayangkara) Polres Karawang, Brigadir Donni Purwanto resmi menjadi manajer baru Sekolah Sepak Bola (SSB) Pangkal Perjuangan. Donni pun bertekad membawa SSB yang bermarkas di Kampung Jatirasa Tengah, Karangpawitan ini semakin berprestasi. Donni Purwanto ditunjuk menjadi manajer sejak tanggal 1 Januari 2016. Pria kelahiran Purakarta, 23 Oktober 1979 ini menggantikan peran CEO SSB Pangkal Perjuangan, Dani Insan Romadhoni yang selama ini merangkap sebagai manajer tim.

“Suatu kehormatan bagi saya bisa dipercaya menjadi manajer SSB Pangkal Perjuangan yang telah banyak mengukir prestasi. Saya bertekad membalas kepercayaan ini dengan membawa SSB Pangkal Perjuangan meraih puncak prestasi yaitu melahirkan pemain-pemain berlabel TImnas Indonesia,” ujar Donni Purwanto, kepada Spirit Karawang, Senin (25/1).

Demi mewujudkan tekad tersebut, Donni menjelaskan dirinya telah menyiapkan tiga program awal yang akan dilaksanakan mulai Januari 2016. Yaitu penambahan pelatih, mengikuti setiap kometisi, dan menambah hari latihan para pemain.

“Saat ini SSB Pangkal Perjuangan fokus membina pemain U-12, U-15, U-17 dan senior, tapi tenaga pelatih yang dimilki belum mencukupi. Oleh karena itu, kami akan mendatangkan pelatih tambahan untuk menangani setiap kelompok umur tersebut. Setelah itu kami akan intruksikan setiap pelatih untuk menjalankan program latihan yang intens serta aktif mengikuti setiap kompetisi yang ada,” jelas Donni.

Optimis

Terkait target besar melahirkan banyak pemain timnas, Donni mengaku optimistis bisa mencapainya. Nama besar dan sejarah SSB yang telah banyak meraih prestasi menjadi modal pihaknya untuk bisa merealisasikannya.

“SSB Pangkal Perjuangan sudah memiliki mental juara dengan banyak dihuni pemain-pemain berkelas. Terbukti pada tanggal 9 Januari mereka mampu menjadi juara di turnamen SSB Braja Cup, dan di kompetisi Divisi Utama PSSI Karawang telah merasakan juara di musim 2014. Selain itu, banyak pemain-pemain yang selalu terlibat memperkuat tim lain seperti di MJB Bogor yang tengah mengikuti Liga Kompas. Kenyataan ini akan memudahkan kami mewujudkan target tentunya dengan program-program yang telah kami susun,” ucapnya.

Ditambahkan Donni, jika tiga program awal yang disusunnya telah berhasil dijalankan, pihaknya tak menutup kemungkinan untuk menambah siswa SSB, yaitu U-8 dan U-10. Hal ini dilakukan demi mewujudkan pembinaan di setiap kelompok umur.

“Jadi mulai sekarang tak hanya U-12, U-15, U-17 dan senior yang akan kami bina. Jika ada siswa U-8 dan U-10 yang ingin bergabung silahkan saja. Mudah-mudahan keberadaan SSB Pangkal Perjuangan bisa menjadi wadah setiap anak untuk mewujudkan cita-cita tinggi mereka di sepakbola. Selain itu, keterlibatan mereka di SSB juga bisa mengjauhkan diri dari pergaulan negatif,” katanya. (ayi)