KARAWANG, Spirit – Tokoh Politisi milenial Karawang asal Partai Golongan Karya (Golkar) Karawang, H. Asep Syaripudin, S.T, M.M, atau yang akrab disapa Haji Ibe akhirnya resmi menjabat sebagai Sekjen DPD II Partai Golkar Kabupaten Karawang. Hal tersebut disampaikan saat rapat kepengurusan masa bakti periode 2020-2025, Rabu (20/1/2021).

Saat dijumpai spiritjawabarat.com usai rapat, Ibe mengatakan, bahwa ini merupakan pengejawantahan Surat Keputusan (SK) DPD I Partai Golkar Provinsi Jawa Barat. Setelah sebelumnya DPD II Partai Golkar Kabupaten Karawang menggelar Musyawarah Daerah (Musda) pada tanggal 20 Desember 2020 lalu.

“Hari ini adalah rapat pertama DPD Partai Golkar Karawang setelah dilaksanakan Musda, sekaligus mensosialisasikan SK yang sudah ditandatangani Ketua dan Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat nomor Kep/5/Golkar/XII/2020,” ujar politisi muda yang juga menjabat Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang.

Ibe menambahkan, dimana SK tersebut menyampaikan seluruh struktur kepengurusan sebanyak 85 orang diantaranya pengurus harian, pengurus pleno dan termasuk bidang. Kemudian dengan segala pertimbangan, analisa dan kajian sehingga diputuskan seluruh struktur Partai Golkar masa bakti 2020-2025 di bawah kepemimpinan H. Sukur Mulyono, SH. sebagai Ketua terpilih berdasarkan Musda, Sekretaris, H. Asep Syaripudin, ST. MM. dan Bendahara, Ela Nurlaela.

“Adapun perubahan atau pergeseran-pergeseran diunsur kepengurusan itu kan bagian dari pertimbangan Ketua dan Formatur yang sudah diputuskan berdasarkan forum. Tetapi pada dasarnya, intinya kami dikepengurusan DPD Partai Golkar Kabupaten Karawang berharap kedepan semakin solid, harmonis dan bersinergi dalam rangka menjadi pemenang di 2024 mendatang,” ungkapnya.

Masih Ibe menambahkan, terlebih masuknya beberapa nama tokoh muda di Kabupaten Karawang, seperti Guntar Mahardhika, Nana Permana, Faisal Lubis dan lain-lain, pihaknya memandang bahwa dengan melibatkan kader-kader milenial yang baru bergabung diunsur kepengurusan, Partai Golkar Karawang kedepan lebih dinamis dengan kehadiran kader muda yang memang memiliki potensi pemilih yang luar biasa.

“Regenerasi pengkaderan Partai Golkar ini memang menjadi program prioritas kedepan, sehingga tercipta harmonisasi antara kader senior dengan kader milenial dalam kepengurusan. Karenanya kita tidak menutup ruang bagi kader-kader milenial untuk masuk ke kepengurusan Partai Golkar, dengan harapan pemilih milenial cukup terwakili dengan hadinya kader-kader milenial diunsur kepengurusan masa bakti 2020-2025,” pungkasnya. (bal)