KARAWANG, Spirit – Hibah dari Bank Dunia (Worl Bank) dan diharapkan jadi solusi permasalahan sampah di Kabupaten Karawang, Berlokasi di Kecamatan Jayakerta. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang dipastikan bakal miliki Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) yang menggunakan teknologi Refused Derived Fuel (RDF). RDF adalah teknologi pengubah sampah menjadi briket layaknya batu bara.



Kepala DLHK Karawang, Wawan Setiawan mengatakan, dalam proses mewujudkan TOSS di Kecamatan Jayakerta, pihaknya menyisakan satu kendala lagi berupa akses jalan yang diketahui jalan yang telah ada adalah milik Pertamina.

“Kita telah meminta kepada Pertamina dan kementerian ESDM untuk menggunakan jalan tersebut, DLHK dan perwakilan EP Cirebon pun telah turun survey lokasi. Akan dibangun di atas lahan milik Pemkab Karawang seluas 1 Hektare (Ha) di Desa Jayamakmur, Kecamatan Jayakerta,” jelas Wawan kepada Spirit Jawa Barat di ruang kerjanya, baru-baru ini, Jumat (10/7/2020).

Dengan pertimbangan agar dapat menyelesaikan permasalahan sampah di wilayah kerja UPTD Wilayah II yang meliput beberapa kecamatan di utara Karawang, DLHK menetapkan Kecamatan Jayakerta sebagai lokasi pembangunan TOSS dari dua tempat yang disediakan di Kabupaten Karawang.

“Agar permasalahan sampah di utara Karawang dapat tertangani, selama ini memang kurang maksimal. Dan berharap masyarakat dapat mendukung Pemkab Karawang mewujudkan pemabangunan TOSS ini,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Kerusakan dan Konservasi Lingkungan (Kabid PPKKL) pada DLHK Karawang, Meli Rahmawati lakukan pendampingan survey lokasi bersama kementerian PUPR, kementerian ESDM, Indonesia Power dan Bank Dunia beberapa waktu lalu, , Senin (6/7/2020).

“Kita survey lebih dulu, apakah sudah masuk kriteria mereka untuk dibangun TOSS disini. Tahun ini dari kementerian sudah ada lima lokasi dan salah satunya di Kabupaten Karawang, dan di Karawang ada dua lokasi bakal dibangun TOSS ini. Tadi kita juga sudah survey lokasi yang di Karang Pawitan, tetapi pihak DLHK akan lebih memprioritaskan pembangunan di Kecamatan Jayakerta mengingat pengelolaan sampah yang belum maksimal di wailayah II ini dengan kendala jarak yang jauh dari TPA Jalupang,” jelasnya.

Menurutnya, jadi dibangun atau tdaknya TOSS di Kecamatan Jayakerta menjadi keputusan pihak Kementerian PUPR dan Bank Dunia yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya. Ia pun berharap lokasi di Kecamatan Jayakerta telah memenuhi kriteria untuk dibangun TOSS.

“Dibutuhkan 1 Ha, dan aset pemerintah daerah baru 8.000 an meter. Kita masih membutuhkan sekitar 2.000 an meter, dan proses penambahan lahan pun telah berjalan dengan melakukan pembebasan lahan seluas 2000 meter milik warga sekitar,” pungkasnya. (dar)