Akan Segera Panggil Disdik dan Dinas PUPR

BATUJAYA, Spirit



Memasuki tahun ke dua, semenjak robohnya plafon bangunan ruang kelas di SDN Karyamakmur 2, akhir tahun 2017 silam, sampai dengan saat ini belum sama sekali mendapatkan perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang melalui Dinas Pendidikan.

Seperti yang dikatakan anggota Komisi C DPRD Karawang, dari Fraksi Golkar, Saidah Anwar bahwa sebelumnya ia telah mendapat informasi bahwa perbaikan ruang kelas di SDN Karyamakmur 2 tersebut telah diploting dan akan dilaksanakan tahun 2018 ini, namun setelah diperiksa langsung ke Dinas PUPR, ternyata penganggaran untuk perbaikan ruang kelas di SDN Karyamakmur 2 tersebut belum ada sama sekali.


“Setelah di cross check ya belum ada sama sekali penganggaran bahkan usulan untuk pembangunan SDN Karyamakmur 2 ini, baik di APBD2, Perubahan bahkan pada anggaran DAK, terakhir di renovasi menurut informasi yang saya terima itu 3 tahun yang lalu atau tahun 2016, itu renovasi ringan. Dan roboh pada Desember 2017 silam, karena memang bangunan tersebut sudah lama,” jelas Saidah kepada Spirit Jawa Barat saat sidak ke SDN Karyamakmur 2 beserta beberapa orang anggota DPRD lainnya dari Fraksi Golkar, Selasa (4/9).

Masih menurut Saidah Anwar, ia mendapati kondisi siswa, sangat memprihatinkan saat melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), bahkan dirinya menemukan kondisi SDN Karyamakmur 2 dalam keadaan banjir atau tergenangi air dikarenakan debit air saluran irigasi yang tak jauh dari bangunan SDN tersebut meninggi.

“Kegiatan belajarnya pindah-pindah, mencari tempat teduh di lingkungan sekolah. Dan yang bisa membahayakan siswa ya itu, genangam air yang berasal dari saluran irigasi, bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk aedes aegypti penyebab demam berdarah,” ungkapnya.

Dirinya bersama Fraksi Golkar memandang perlu adanya langkah konkrit untuk SDN Karyamakmur 2, dan hal tersebut harus dilakukan sesegera mungkin.

“Pembangunan atau perbaikan SDN Karyamakmur 2 ini harus segera direalisasi, tidak bisa ditunda lagi, untuk anggaran, bila di APBD murni sudah tidak memungkinkan kita dorong agar mendapatkan anggaran melalui CSR, dengan langkah awal memanggil Dinas Pendidikan dan Dinas PUPR untuk mengkonfrontir tentang pengajuan anggaran perbaikan yang belum jelas terkendala dimana?. Prihatin, miris melihat murid SDN tersebut belajar berpindah-pindah tempat. Dan genangan air di sekitaran bangunan itu ada setiap hari, ini juga harus diselesaikan,” tegasnya.

Sebelumnya ditempat berbeda Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan (Korwilbidcam) Batujaya, Kasro Siswanto saat ditemui di kantornya mengatakan, bahwa dirinya pun baru mengetahui tentang pengajuan perbaikan atau pembangunan SDN Karyamakmur 2 tidak ada dalam daftar APBD2 tahun 2018, padahal sebelumnya ia mendapat informasi bahwa SDN tersebut telah masuk daftar APBD2 tersebut.

“Setelah di periksa ke Dinas PUPR ternyata tidak ada usulan dari Disdik tentang pembangunan SDN Karyamakmur 2 yang roboh ini. Intinya dengan cara apapun,  saya hanya berharap pembangunan SDN Karyamakmur 2 dapat cepat terealisasi, karena kondisinya memang sudah sangat memprihatinkan,” jelas Kasro.

Sementara itu, senada dengan Korwilbidikcam Batujaya, Kepala SDN Karyamakmur 2, Liska mengatakan bahwa pihak sekolah hanya berharap pembangunan ruang kelas yang roboh tersebut dapat segera terealisasi.

“Dari Dinas Pendidikan sendiri sudah pernah melihat langsung kondisi sekolah, dan kita pihak sekolah hanya berharap anak-anak didik disini segera mendapatkan tempat yang nyaman untuk belajar,” pungkasnya. (zul)