Dinas Ogah Buka RAB Lapangan Sepakbola Rengasdengklok, DPP GMPI: DPUPR tak Transparan dan Langgar UU KIP

KARAWANG, Spirit – Bidang Bangunan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Karawang dianggap tabrak Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik (KIP), yang bersikukuh tak membuka RAB proyek proyek pembangunan lapangan sepakbola dan joging trek atletik Rengasdengklok, yang menghabiskan APBD Karawang Ta 2023 sebesar ± Rp. 1,6 Miliar. hal tersebut dikatakan salah seorang pengurus DPP Ormas GMPI, Sudar ‘Uday’ Sobarna, Kamis (23/11/23).

Ia pun mendesak pihak Dinas PUPR untuk dapat transparan dengan menunjukan RAB proyek pembangunan lapangan sepakbola dan joging trek atletik yang berlokasi di Desa Rengasdengklok Selatan Kecamatan Rengasdengklok sebagai pebanding dengan kondisi lapangan yang dianggap telah selesai dikerjakan.

“Ada apa dengan Dinas PUPR? Padahal kami sebagai lembaga kontrol sosial hanya ingin mengetahui RAB itu sebagai perbandingan dengan kondisi lapangan yang dianggap telah selesai pembangunannya, sudah sesuai atau tidak,” tegasnya.

Dengan tidak membuka RAB, Masih menurut pria yang akrab disapa Uday ini, DPUPR jelas telah melanggar undang-undang tentang keterbukaan informasi publik, yang kemudian menimbulkan dugaan dan anggapan ada suatu yang ditutupi oleh dinas terkait pekerjaan tersebut.

“Wajar dong ketika kami tanyakan persoalan itu, karena anggaran pekerjaan pembangunan itu kan dari uang hasil pajak rakyat bukan uang pribadi mereka,” timpalnya.

Sebelumnya, Pengawas Dinas PUPR pada pembangunan lapangan sepakbola dan Joging Trek Atletik Rengasdengklok, Rayka saat ditemui awak media mengatakan bahwa dirinya sudah melakukan pengecekan dan menurutnya tahap proses pembangunan secara volume sudah selesai dan sesuai dengan RAB.

“Kalau sesuai kuantiti dan volume memang sudah dinyatakan selesai, dan secara volume saya sudah cek sendiri itu sudah sesuai sama volume yang tertuang di RAB. Pekerjaannya apa saja itu saya sudah cek ulang, ditinjau ulang itu sudah sesuai,” kata Rayka, baru-baru ini, Rabu (22/11/23).

Dia juga menyampaikan terkait persoalan rumput yang digunakan secara kasat mata itu masih gundul (belum tumbuh sepenuhnya-red) karena masih dalam proses pemeliharaan dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

“Cuma namanya rumput pasti ada pemeliharan ya dan bisa dilihat sekarang juga masih ada tukang taman walaupun tidak setiap hari karena tumbuh rumput yang efektif itu 4 sampai 5 bulan,” jelasnya.

Tak hanya itu, Rayka pun menjelaskan kaitan joging trek atletik serta perlengkapan lainnya yang menjadi bagian bangunan di lapangan sepakbola tersebut. Menurutnya, dimaksud joging trek atletik serta perlengkapan lainnya memang tidak sepenuhnya joging trek yang mengelilingi lapangan karena rencana awal yang diterima dari konsultan pembangunannya hanya satu sisi saja dilapangan.

“Joging trek sebenarnya itu paving blok, ya definisinya bukan joging trek sepenuhnya keliling dilapangan dan sementara rencana awal yang didapat dari konsultan malah hanya satu sisi karena ada perubahan dilapangan jadi ada penambahan paving blok di sisi lapangan sebelah utara pinggir jalan kalau nggak salah ya, untuk perlengkapan lainnya itu hanya pergantian tiang gawang dan jaringnya,” jelasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

RSS
Follow by Email