KARAWANG, Spirit – Kasus pembunuhan mayat dalam kantung plastik teridentifikasi setelah salah satu keluarga mengaku identik dengan anaknya yang hilang akibat diculik.



Korban diketahui bernama Fathan Ardian Nurmiftah, mahasiswa semester III Universitas Telkom Bandung.

Ayah korban, Kadiman ternyata seorang pejabat BUMN, Perum Peruri. Ia merasa yakin jasad yang geger ditemukan di Cilamaya itu, adalah anaknya mengacu pada ciri yang ada ditubuh korban.

Hal itu terkuak saat Kardiman dan keluarga lainnya datang ke ruang jenazah RSUD Karawang, Rabu (13/1/21) sore.

Ia datang usai mendapati informasi temuan jasad dalam kantung plastik di Desa Bayur Kidul, Kecamatan Cilamaya Kulon.

“Ciri-cirinya sudah mirip anak saya,” kata Kardiman sambil terisak, Rabu (13/1/2021).

Kardiman menyebut sejumlah ciri dari anaknya seperti gigi bagian depan ada yang patah sebagian dan ada luka lama di bagian punggung anaknya.

“Anak saya ada luka dibagian belakang dan giginya juga patah. Ternyata ciri tersebut sama dengan jenazah itu, ” katanya.

Mengetahui hal itu, Kardiman tidak kuasa menahan sedih dan langsung masuk kedalam mobil. Keluarga langsung membawa pulang kerumah.

“Jenazah biar nanti diurus, sekarang kita antar pulang aja, ” kata salah satu keluarga.

Hal serupa diakui, Afif,kakak korban,
sambil terisak mengaku sejak awal sudah menduga jika jasad korban pembunuhan itu adalah adiknya, Fathan.

“Gigi depan sama, ada yang patah, itu adik saya,” kata Afif.

Sebelumnya, jasad korban ditemukan warga yang mencium aroma tidak sedap saat melintas tempat temuan jasad korban.

Lokasinya berada di dekat parit di Dusun Kecemeuk, Desa Bayur Kidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang, Rabu (13/1/2021).

Saat ditemukan, kondisi jasad mengenaskan, kedua tangan dan kaki terikat serta wajahnya lebam.

Selain itu, tubuhnya pun terbungkus bad cover. Dugaan sementara korban tewas akibat penganiayaan dan polisi Karawang masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. (dit)