KARAWANG, Spirit – Korbankan 11 proyek infrastruktur bernilai sekitar Rp. 140 miliar, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) lakukan Refocusing anggaran tahun 2021 demi mengatasi pandemi COVID-19 yang kian tak terkendali akhir-akhir ini.

Tanggapi kebijakan Pemprov tersebut, Fraksi Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jabar, seperti yang diungkapkan anggotanya Ihsanudin, M.Si, pihaknya mengapresiasi langkah Gubernur itu.

“Kali ini kami apresiasi program Gubernur Jabar terkait PIKOBAR (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat). Artinya Kang Emil mulai sensitif atas situasi dan kondisi kesehatan warga Jabar khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Tetapi catatannya, refocusing anggaran proyek infrastruktur 2021 senilai Rp.140 Miliar tersebut harus dipastikan termasuk menggeser anggaran pembangunan Alun-alun di beberapa Kabupaten dan Kota di Jawa Barat. Sebab saat kondisi pandemi seperti ini membangun Alun-alun hanya akan menghamburkan APBD saja,” tegas, Ihsanudian, Senin (5/7/2021).

Ihsanudin juga mengingatkan ucapan Gubernur beberapa waktu lalu, yang mengatakan tidak boleh ada manusia di Jawa Barat yang tidak mendapat bansos.

“Ingat tahun lalu beliau sampaikan, tidak boleh ada manusia di Jawa Barat yang tidak mendapat bantuan sosial. Faktanya tahun lalu bansos 4 tahap, tapi ada pengurangan di tahap 3 dan di tahap 4 masyarakat yang berhak hanya menerima uang tunai sebesar Rp. 100 ribu,” ungkapnya.

Ditambahkan Ihsanudin, pada tahun 2020 lalu, BTT Jabar habis Rp 3,7 Triliun. Sementara tahun ini hanya Rp. 100 Miliar ditambah Rp. 140 Miliar. Jadi totalnya Rp. 240 Miliar.

“Intinya dengan anggaran terbatas ini kami mengapresiasi niat baik Bapak Gubernur. Semoga saja bukan sekadar pencitraan,” tutupnya. (ist/dar)