KARAWANG, Spirit – Bertujuan melakukan pencegahan meluasnya penyebaran Stunting, dengan cara perbaiki sanitasi dan akses air bersih masyarakat di daerah.



Maka Kementrian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, berusaha memperbaiki sanitasi masyarakat Kabupaten Karawang dengan memberi bantuan pembangunan 20 MCK (Mandi, Cuci, Kakus) untuk masyarakat di Desa Kutagandok, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang.

Kepala Desa Kuta Gandok, H. Adang mengatakan dengan anggaran sebesar Rp.100 juta dengan pencairan tahap pertama, sebesar 70%, ia pun mengaku telah merealisasi pembangunan MCK bagi masyarakatnya.


“Pembangunan MCK telah terealisasi 70%, di 20 titik di 13 RT yang ada di Desa Kutagandok,” kata H. Adang kepada Spirit Jawa Barat, Minggu (13/10/2019).

Dengan pembangunan MCK tersebut, lanjut Adang, ia berharap masyarakat dapat merubah kebiasaan yang tidak baik saat buang air besar.

“Dengan perbaikan sanitasi masyarakat di sini yang awalnya kebanyakan masyarakat menggunakan kakus di aliran irigasi (helikopter-red), saya berharap kemungkinan meluasnya stunting di daerah kami dapat ditekan bahkan sama sekali dapat dihindari,” harapnya.

Ia pun menambahkan, setelah terealisasi sampai dengan 70%, akan segera di lakukan monitoring dan evaluasi (Monev) oleh Dinas Kesehatan Karawang.

“Dalam waktu dekat akan datang tim Monev yang akan memeriksa hasil pembangunan MCK-MCK ini,” pungkasnya.

Diketahui Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Sementara hal tersebut pun dapat dicegah dengan melakukan perbaikan terhadap pola makan, pola asuh selain memperbaiki sanitasi masyarakat. (dar)