KEBIJAKAN pemerintah Arab Saudi yang membatasi usia jamaah calon haji (calhaj) maksimum 65 tahun, menjadikan 119 orang di Karawang gagal beribadah ke Tanah Suci Mekkah.

Meski begitu, semua calhaj yang berusia lanjut tadi, mau menerima dengan suka cita. Bahwa selain menjadi kewenangan pihak pemerintah yang bakal dituju, panggilan ibadah haji pun disadari menjadi kewenangan Allah Swt untuk umat-Nya.

Sebab, ketika Allah berkehendak, ada pula seorang muslim yang secara ekonomi tidak mampu, tapi malah bisa berangkat. Penyebabnya karena muslim lain yang ekonominya mampu, sengaja mengajak dan membiayai.

“Juga cerita senada yang lainnya lagi.
Dan alhamdulillah, semua menyadari itu,” aku Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah MO (PHU) Kantor Kemenag Karawang, H.M. Azizi HA melalui staf H. Suhendar.

Kuota 986 Calhaj

Menurut Suhendar yang ditemui di sela-sela persiapan pemberangkatan haji di kantornya, Jalan Husni Hamid, Karawang Barat, kemarin siang, meski begitu juga tidak menjadikan jumlah keseluruhan calhaj Karawang berkurang. Sebab posisi calhaj ‘gagal’ tadi, langsung bisa diisi calhaj lain dengan nomor urut di bawahnya.

“Jumlahnya keseluruhan jadinya tetap sesuai kuota Karawang,” ujar Suhendar seraya menyebut angka 986 calhaj. Walau juga diakuinya untuk tahun ini berkurang satu karena ada tiga calhaj mutasi keluar daerah, dan yang masuk dua calhaj.

Dan mohon maaf, terang Suhendar, calhaj berusia lanjut yang gagal berangkat itu sebenarnya bukan berarti gagal total, tapi tertunda. Sebab kondisi saat itu masih pandemi Covid 19. “Kalau tahun depan sih insyaallah pandeminya hilang, jadi bisa. Dan diutamakan,” tutup Suhendar.

Sementara sesuai jadwal, para calhaj sendiri di antaranya ada yang sudah berangkat melalui Keloter 5 pada 6 Juni sebanyak 404 calhaj. Calhaj pertama saat ini berada di Arab Saudi yang rencana kepulangannya pada 19 Juli.

Lalu dengan Kloter 14 pada 12 Juni pukul 17.30 sejumlah 404 calhaj, kemudian dengan Kloter 29 pada 24 Juni pukul 00.30 sejumlah 111 calhaj, dan terakhir di tanggal yang sama pukul 23.30 dengan kloter 30 sejumlah 66 calhaj. (dea)