KARAWANG, Spirit – Pemuda dalam narasi politik hukum Indonesia, generasi milenial untuk Indonesia unggul, menjadi tema diskusi publik yang digelar Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Karawang, baru-baru ini, Jumat (27/9/2019) di aula Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang.



Diskusi tersebut menghadirkan pembicara, ketua umum Peradi Nasional, Andrean Syarifudin dan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ghina Fadlia Swara serta Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Singa Perbangsa Karawang (Unsika), Dr. Imam Budi Santoso.

Dalam kesempatan itu, Andrean Syarifudin, menyampaikan bahwa kaum muda saat ini, dengan kemajuan teknologi yang ada, memiliki tantangan untuk bisa menghadapi perubahan dengan cepat.

“Terutama perkembangan fakta-fakta hukum yang begitu besar dan pesat, dari cepatnya arus informasi yang berbasis teknologi. Oleh karenanya kaum muda saat ini sangat butuh literisasi yang banyak untuk naskah-naskah yang otentik,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Jawa Barat, dari Fraksi Gerindra, Ghina Dahlia Swara, mengatakan, kaum muda dengan jumlahnya yang cukup banyak menjadi perhatian pemerintah provinsi untuk mengadakan pendidikan yang lebih berkualitas.

“Dengan jumlah hampir 81Juta dari 253 juta jumlah penduduk Indonesia, pemerintah provinsi Jawa Barat sangat berkepentingan untuk membangun kecerdasan kaum muda bagi kehidupan bangsa,” paparnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Singa Perbangsa Karawang (Unsika), Dr. Imam Budi Santoso, mengatakan, untuk memaksimalkan peran pemuda saat ini dalam politik hukum, ada beberapa langkah yg harus dilaksanakan.

“Pertama, mengoptimalkan peran mahasiswa atau pemuda sebagai agent perubahan di tengah kehidupan sosial, dan memberi peran penting kepada mahasiswa sebagai agent moral di tengah kehidupan sosial,” pungkasnya. (dar)