KARAWANG, Spirit

Maraknya praktek rentenir atau bang emok di Karawang, menjadi sorotan khusus pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang saat ini. Kendati demikian sampai saat ini Pemkab Karawang belum juga melakukan upaya progres dalam rangka berantas paraktek rentenir tersebut. Himbawan yang sempat dikeluarkan oleh kepala daerah saat itu pun tidak dapat menjadi solusi cerdas terhadap keinginan masyarakat.

Menyikapi hal ini, calon Gubernur Jawabarat Ridwal Kamil, punya konsep yang dituangkan kedalam misinya yang dapat dijadikan solusi terhadap masyarakat Karawang yang ingin meminjam dana usaha, dan hal inipun dapat menjadi upaya dalam memberantas praktek rentenir di Karawang.

“Pada saat saya masih menjabat sebagai walikota Bandung, saya punya program yang namanya Kredit mesjid sejahtera (Mesra), dan di Bandung program ini berhasil diterapkan,” ujarnya, saat diwawancarai awak media usai nobar Persib vs Persipura, di kediaman Ketua DPC PKB Karawang, Sabtu (12/5).

Lebih lanjut pria yang akrab disapa kang Emil, menjelaskan penerapan program yang pernah dirinya terapkan saat menjabat sebagai walikota di Kota Bandung itu akan ia bawa jika nanti dirinya terpilih menjadi Gubernur Jawabarat. Menurut dirinya kredit mesra programnya itu adalah kredit pinjaman tanpa bunga, dan syarat untuk mendapatkannya sangat mudah.

“Jadi masyarakat yang butuh pinjaman untuk modal usaha, nanti bisa datang ke masjid setempat untuk minta rekomendasi dari pengurus DKM masjid itu. Adapun besaran pinjamannya disyaratkan tergantung pada berapa banyak juz Alquran yang dibacanya,” katanya.

Sebetulnya, masih kata Emil menambahkan, disampingnya memberikan kemudahan pinjaman terhadap masyarakat, program kredit mesra itu diciptakan agar masyarakat mau datang ke mesjid, dan melakukan ibadah disana.

“Program ini sengaja saya buat di Kota Bandung untuk menghidupkan peran masjid dalam mensejahterakan masyarakatnya. Lamun masyarakat datang datang ka masjid pasti sholat jeung ngaji mah daek ( jika masyarakat datang ke mesjid sholat dan membaca Al-Quran dia mau). Namun program tersebut tidak akan terlaksana di Jawabarat, jika saya dan kang UU tidak terpilih menjadi Gubernur dan wakil gubernur Jabar, maka dari itu saya meminta untuk masyarakat Karawang bantu saya,” pungkasnya. (Bal)