KARAWANG, Spirit



LSM Gerakan Laskar Indonesia (Galaksi) dan Banaspati gelar aksi bela lingkungan di depan PT. Indosafety Sentosa Industry (ISI) di Kawasan Industri Mitra (KIM) Desa Parungmulya Kecamatan Ciampel, Kamis (6/12).

Aksi yang dinamakan aksi 612 bela lingkungan tersebut menuntut sistem dan pengelolaan sumber penghasilan lingkungan, yang bersih dari adanya intervensi oknum yang mengatasnamakan lingkungan.

Ketua umum LSM Galaksi Yadi Mulyadi, dalam orasinya mengatakan, pengelolaan sumber penghasilan lingkungan saat ini disinyalir telah diintervensi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang membuat masyarakat merasa di adu domba.


“Aksi ini untuk membantu adik-adik kami, di Desa Parungmulya, dimana telah terjadi kekeliruan, dengan adanya oknum, berinisal M, mengatasnamakan lingkungan, bermaksud memonopoli hak pengelolaan limbah PT. ISI,” ucapnya kepada awak media, Kamis (6/12).

Dikatakannya, Galaksi dan Banaspati tidak bermaksud mengambil limbah tersebut, tetapi ingin mengembalikan ketentraman dan kedamaian di Desa Parungmulya, karena oknum tersebut memicu perselisihan antara warga Desa Parungmulya.

“Kembalikan lagi ketentraman Desa Parungmulya, yang telah kacau karena limbah PT. Indosafety. Kami mendukung Indosafety, Indosafety bukan memproduksi limbah,” tegasnya.

Masih kata Yadi, oknum itu melalui Plh. Kades Parungmulya mengeluarkan rekomendasi yang digunakan untuk memanfaatkan limbah PT. ISI dengan mengatasnamakan lingkungan.

“Lingkungan yang mana?. Kami minta agar pihak management Indosafety bisa menciptakan kondusifitas di di sini. Dan sebagai sosial kontrol, dengan tekad yang kuat, LSM GALAKSI & Banaspati siap Bela Masyarakat demi terwujudnya Keadilan dan kemakmuran,” ucapnya.

Sementara itu, advisor PT. ISI, Amrin Gobel menyampaikan bahwa hasil dari pertemuan dengan perwakilan pengunjuk rasa, disepakati apa yang menjadi aspirasi mereka itu ditampung semua, kemudian nanti akan disampaikan kepada Direksi.

“Hari Rabu depan keputusannya, karena hari ini salah satu Direksinya berada di luar negeri. Keputusannya apa, kita akan sampaikan nanti. Jadi mulai besok status quo dulu tidak ada pengangkutan limbah, dari pihak M tidak boleh angkut dulu,” pungkasnya. (rls/zul)