KARAWANG, Spirit – Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus mendorong transformasi digital dalam pelayanan pajak daerah. Salah satunya dengan menghadirkan Sistem Informasi Pajak Daerah Kabupaten Karawang (SIPAKAR).
Aplikasi tersebut disosialisasikan kepada para wajib pajak melalui kegiatan daring, Selasa (31/3). Kegiatan ini turut melibatkan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sebagai mitra strategis dalam pelayanan perpajakan.
Sosialisasi diikuti berbagai kelompok wajib pajak, mulai dari PPAT dan PPATS se-Karawang, wajib pajak reklame, air tanah, Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), hingga Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) seperti sektor makanan dan minuman, listrik, perhotelan, parkir, serta hiburan.
Kepala Bapenda Karawang, Sahali Kartawijaya, mengatakan kehadiran SIPAKAR diharapkan mampu mempermudah layanan pajak sekaligus meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
“Dengan sistem berbasis digital, seluruh layanan pajak daerah dapat terintegrasi dalam satu aplikasi. Ini membuat layanan lebih mudah diakses, transparan, dan efisien,” ujarnya.
Ia menambahkan, SIPAKAR merupakan bagian dari inovasi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya di bidang perpajakan.
“Melalui aplikasi ini, masyarakat dan pelaku usaha bisa mengakses layanan pajak dengan lebih cepat, mudah, dan terintegrasi dalam satu platform,” tambahnya.
SIPAKAR dirancang sebagai aplikasi digital yang mendukung tata kelola birokrasi sekaligus meningkatkan kinerja dan akuntabilitas pemerintah daerah.
Hal ini sejalan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Karawang Nomor 16 Tahun 2018 tentang penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), serta Peraturan Bupati Karawang Nomor 13 Tahun 2024 tentang pengelolaan pajak dan retribusi daerah secara online.
Adapun layanan yang tersedia dalam SIPAKAR meliputi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), pajak reklame, pajak air tanah, hingga berbagai jenis PBJT lainnya.
Dengan sistem ini, proses administrasi perpajakan yang sebelumnya terpisah kini terintegrasi dalam satu aplikasi, sehingga lebih praktis dan efisien bagi masyarakat. (rls/red)
