KARAWANG, Spirit

Mardiman Ujung, salah satu nasabah Bank Mandiri Cabang Karawang mengadukan bank tersebut ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bank tersebut juga diminta menghidupkan kembali rekening dan menghapus BI Checking atas nama Mardiman Ujung.

“Saya sudah menghubungi Ibu Wulan sebagai officer kartu kredit Bank Mandiri. Tetapi tidak ada penjelasan dari yang bersangkutan alasan pemblokiran rekening saya,”ujar Mardiman kepada Spirit Karawang, Selasa (9/02).

Bahkan, kata dia, yang bersangkutan tidak mengakui bahwa dirinya yang meminta pemblokiran rekening atas nama dirinya. Padahal, berdasarkan data yang diperoleh dari Bank Mandiri, Ibu Wulan lah yang meminta pemblokiran tersebut. “Saya sudah hubungi. Tetapi tidak ada kejelasan,”katanya.

Oleh karena itu, dirinya meminta Bank Mandiri membuka kembali rekeningnya, dan membersikan namanya dengan menghapus dari BI ceking. Ia bahkan mengaku mau membayar tagihan kartu kredit yang memang ia belanjakan. “Akan tetapi, kemarin perincian yang disebutkan saya merasa tidak membelanjakan,”kata dia.

Sementara itu, Kuasa Hukum Mardiman Ujung, Didi Suwardi, mengatakan kliennya telah mengadukan Bank Mandiri ke OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen dengan nomor aduan , RCR .UPC/CCC.BDG/02128/02128/2016 tertanggal 22 Januari 2016.

“Kami meminta OJK memberikan sanksi tegas kepada Bank Mandiri, jika memang OJK menilai bank tersebut melanggar seperti kajian kami,”tandasnya.

Pasalnya, lanjut dia, berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 2/19/PBI/2000 Tentang Persyaratan dan Tata Cara Pemberian Perintah atau Izin Tertulis Membuka Rahasia Bank, menjelaskan pemblokiran atau penyitaan simpanan hanya boleh dilakukan jika nasabah ditetapkan sebagai tersangka atau terdakwa oleh polisi, jaksa, atau hakim. Itupun harus disertai pengajuan dari penegak hukum.

“Sedangkan klien kami tidak menjadi tersangka. Sementara jawaban dari Bank Mandiri, pemblokiran dilakukan atas dasar sudah ada perjanjian sebelumnya,”terangnya.

Didi juga berharap apa yang dialami kliennya tidak dialami masyarakat lain. Pasalnya, berdasarkan informasi yang diterimanya banyak nasabah mengalami hal yang sama dengan kliennya. “Hanya saja, belum ada yang berani mengadu ke OJK,”terangnya.(yan)

ILUSTRASI, Foto: NET