KARAWANG, Spirit– Pra rekontruksi pembunuhan Fathan, putra pejabat BUMN, digelar di sejumlah titik yang menjadi jejak kasus para pelaku, Selasa (17/1/21). Terungkap masih ada pengakuan tersangka Joe, yang masih plin-plan.

Tercatat terdapat 8 tempat kejadian perkara (TKP) dengan 40 adegan pembunuhan mulai di kontrakan pelaku hingga lokasi pembuangan mayat.

Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama Putera mengatakan, adegan pertama di rumah kontarakan tersangka di Dusun Cilalung, Desa Mekarjaya, Kecamatan Purwasari.

“Tersangka dan korban sebelumnya ngobrol sambil minuman keras (miras) dan kemudian terjadi pertengkaran dan perkelahian hingga akhirnya korban dibunuh,” kata Rama.

Selanjutnya, TKP bergeser kw Jembatan Tamelang momen saat tersangka membuang pakaian korban di irigasi. Kemudian TKP ke tiga di Perumahan Villa Karawang.

“Disinilah saat tersangka JF mengirim pesan whats up kepada orang tua korban meminta uang Rp. 400 juta. Dirumah itu juga tersangka JF menceritakan peristiwa pembunuhan kepada tersangka HA,” ungkapnya.

Rama memaparkan,fakta yang didapat dari 40 adegan pra rekontruksi itu, ternyata tersangka HA tidak ada dirumah kontrakan saat terjadi pembunuhan. Tersangka HA datang setelah korban tewas.

“Tersangka JF meralat keterangan sebelumnya yang menyebut tersangka HA ada didepan kamar saat kejadian,” ungkapnya.

Karena keterangan pelaku JF kerap berubah, polisi akan terus melakukan pemeriksaan intensif, khawatir adany temuan fakta lain yang masih disembunyikan. (dit)