Proyek Jembatan Rengasdengklok-Pebayuran Di Pastikan Mangkrak

RENGASDENGKLOK, Spirit

Pelaksanaan pembangunan Jembatan Rengasdengklok Pebayuran atau Batas Karawang Bekasi tahap 1 oleh PT Tri Manunggal Karya, yang dimulai pada 11 September 2017 silam dan berakhir pada tanggal 29 Desember 2017 dipastikan mangkrak.

Dengan perbandingan kondisi pekerjaan jembatan sisi kabupaten Bekasi yang hampir bersamaan waktu pengerjaannya dan kondisi alam atau tanah yang terlihat sama. Jelas progres sisi Kabupaten Karawang tertinggal jauh.

Pelaksana pekerjaan dilapangan, yang akrab disapa Ian menjelaskan kepada Spirit Jawa Barat, Rabu (27/12) tentang progres pekerjaan sampai dengan saat ini hanya baru 60 persen. Dirinya beralasan dikarenakan suatu kondisi dilapangan yang tak bisa dihindaru sehingga tidak berjalan dengan semestinya.

“Karena suatu kondisi, istilahnya force major, seperti minggu lalu ada banjir sehingga kita mendapat kesulitan dilapangan, belum lagi kondisi tanah yang labil, jadi progres pekerjaan baru 60 persen,” katanya.

Masih menurutnya memang batas akhir pekerjaan tersebut tanggal 29 Desember 2019, sebagai seorang pekerja ia hanya bisa menanti perintah dari atasannya.

“Kalau diperintahkan terus ya kita akan terus dan kalau diperintah berhenti ya kita berhenti bekerja, kita cuma pekerja gimana atasan,” pungkasnya.

Sampai dengan berita diturunkan Dinas terkait PUPR kabupaten Karawang belum bisa dimintai keterangan dan sebelumnya diberitakan Spirit Jawa Barat tentang lahan penduduk yang terdampak pembangunan jembatan tersebut yang belum mendapatkan penggantian saat pelaksanaan pekerjaan dimulai beberapa waktu silam.(dar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *