BATUJAYA, Spirit

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pendidikan Kecamatan Batujaya, Sahdi Abidin berharap segera ada perbaikan terkait robohnya plafon dan atap tiga ruang kelas gedung SDN Karyamakmur 2, Sabtu (23/12) siang WIB.

“Saat itu juga saya cek lokasi dan langsung melaporkannya kepada atasan di Dinas, saya melapor ke Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas),” ujarnya kepada Spirit Jawa Barat, Kamis (28/12).

Ia pun meluruskan tentang tahun pembangunan gedung tersebut yang sebelumnya diberitakan beberapa media karawang dibangun tahun 1999 menurutnya gedung di bangun tepat tahun 1982.

“Bangunan didirikan tahun 1982 dan mendapat rehab dari dana APBN tahun 2013 dan tahun 2016,” lanjutnya.

Masih menurut sahdi, beberapa hari lalu tanpa ada pemberitahuan, Kepala Dinas Pendidikan Karawang juga telah melihat lokasi gedung roboh secara langsung.

“Saya juga tidak tau, pa Kadis datang ke lokasi untuk melihat langsung bangunan sekolah yang roboh. Karena tidak tau dan memang masih libur, saya jadi tidak ada dilokasi,” kata Sahdi.

Sahdi menambahkan mengingat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) akan segera dimulai kembali, ia berharap ada tindakan cepat dari pemerintah untuk bisa merenovasi bangunan tersebut.

“Kasihan anak didik, saat dimulainya kegiatan sekolah, mendapati gedung tempat mereka belajar tak bisa dipergunakan,” tandasnya.

Sementara itu Camat Batujaya, Rohmana Setiansyah yang juga mengetahui kejadian tersebut juga langsung meninjau lokasi untuk mengetahui lebih jelas kejadian robohnya gedung kelas SDN Karyamakmur 2 tersebut. Ia pun mengkhawatirkan anak didik saat kegiatan sekolah dimulai beberapa hari yang akan datang.

“Saya pun berharap adanya penanganan yang cepat untuk merenovasi bangunan sekolah tersebut, kan sebentar lagi kegiatan sekolah kembali dimulai, kasihan anak-anak mau belajar dimana ?,” ucapnya.

KaUPTD Batujaya Sahdi Abidin (kiri) bersama Camat Batujaya Rohmana (kanan)

Seperti diketahui, tiga ruang kelas di SDN Karyamakmur 2,yang berlokasi di Desa Karyamakmur, Kecamatan Batujaya, Karawang, Jawa Barat, toboh Sabtu (23/12) siang sekitar pukul 11.30. Diduga, ke-3 ruang kelas di gedung sekolah tersebut roboh akibat lapuknya plafon bangunan.

Sebelum roboh Artini (56) warga setempat yang menyaksikan langsung kejadian tersebut mengatakan, sempat terdengar suara potongan kayu berjatuhan di luar ruangan kelas sebelum atap dan genting sekolah ambruk. Saat itu dirinya sedang makan siang tepat di belakang bangunan sekolah tersebut. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Saya lagi makan sama mantu dan keluarga di depan rumah, ada suara peletak-peletek di sekolah, saya lihat plafon berjatuhan, dan gak berapa lama gentengnya jatuh, kaya suara nurunin batu dari mobil gitu,” ujarnya.

Di tempat yang sama Jajang (54) warga setempat mengungkapkan, masih bersyukur dengan kejadian ambruknya ruang kelas 4, kelas 5, dan kelas 6 tersebut, karena ambruknya gedung sekolah terjadi saat liburan sekolah. Sehingga kejadian tersebut tidak memakan korban.

Sementara itu, Kepala Desa Karyamakmur Hartasim yang datang ke lokasi setelah mendengar kabar tersebut membenarkan terkait robohnya tiga ruang kelas SDN Karyamakmur 2. Kendatipun masih libur, namun sekolah tersebut harus secepatnya direnovasi Karena kegiatan belajar mengajar (KBM) akan segera di mulai kembali.

“Meskipun libur, saya berharap gedung sekolah secepatnya di perbaiki, karena KBM akan segera di mulai kurang dari seminggu lagi,” Pungkasnya.

Dihubungi terpisah, pengamat pemerintahan dan akademisi, Ridwan Alamsyah mengutarakan keheranannya dengan kondisi beberapa gedung sekolah dasar di Kabupaten Karawang yang begitu rentan roboh, menurutnya akan menjadi pertanyaan terkait penggunaan anggaran pembangunan dan renovasi gedung-gedung sekolah dasar tersebut.

“Anehkan, begitu rentannya bangunan sekolah di Kabupaten Karawang ini, penerima bantuan atau penerima manfaat (pihak sekolah) dalam menggunakan anggaran pembangunan atau renovasi itu jangan-jangan mereka main-main dalam pelaksanaannya. Jadi ini harus diperiksa kembali, kapan saja mereka mendapat bantuan anggaran dan dari mana saja datangnya anggaran tersebut, semata-mata agar dapat meminimalisir kejadian serupa terulang kembali,” tegasnya.

Sampai dengan berita ini diturunkan Kepala SDN Karyamakmur 2, Hj. Nani yang kediamannya tak jauh dari gedung sekolah tersebut, belum bisa dimintai keterangan. (dar)