CIBUAYA, Spirit
Jarak yang jauh untuk bisa sampai ke Puskesmas Cibuaya, membuat masyarakat Desa Sedari harus berusaha ekstra keras agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai dan seperti yang diabaikan oleh pemerintah Kabupaten Karawang kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan. Pasalnya, tak tersedianya tenaga medis seperti dokter atau mantri kesehatan selain bidan Desa di pustu yang berada di Desa Sedari Kecamatan Cibuaya kabupaten Karawang tersebut.

Kepala Desa Sedari, Bisri Mustafa mengutarakan kepada Spirit Jawa Barat beberapa waktu lalu, Sabtu (23/12) bagaimana susahnya warga Desa Sedari di saat membutuhkan pelayanan kesehatan, menurutnya warga harus jauh-jauh ke Puskesmas Cibuaya untuk bisa berobat atau mendapat pelayanan kesehatan yang memadai dan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan tersebut, dirinya atasnama warga berharap adanya tambahan tenaga medis untuk ditugaskan di pustu desanya.

“Kasihan warga, dalam kondisi tidak sehat harus jauh untuk mendapat pelayanan kesehatan, karena di Pustu desa hanya ada bidan dan tidak ada mantri kesehatan atau dokter yang bertugas di pustu tersebut,” jelasnya.

Masih menurutnya tidak semua warga Desa Sedari memiliki kendaraan bermotor sehingga akan mudah bagi yang memiliki kendaraan bermotor untuk bisa ke Puskesmas Cibuaya.

“Selain jaraknya yang jauh kan tidak semua warga memiliki motor atau mobil ada warga yang terkategorikan tidak mampu, sementara tidak ada sama sekali angkutan umum di desa ini,” lanjutnya.

Iapun berharap kepada pemerintah untuk bisa menempatkan seorang tenaga medis tambahan untuk melayani kebutuhan masyarakatnya.

“Mantri kesehatan atau dokter, supaya warga tidak lagi jauh-jauh berobat ke Puskesmas Cibuaya, selain jarak yang jauh juga dipastikan membutuhkan biaya yang lebih untuk bisa berobat, kasihan warga,” cetusnya.

Hal senada dikatakan Ihsan Tokoh Masyarakat, lebih kasihan lagi ketika ada warga yang hendak melahirkan, namun tenaga medis dan peralatannya sendiri dinilai kurang memadai. Tentu saja hal tersebut akan lebih menyulitkan masyarakat.

“Pernah ada yang mau melahirkan sampai harus di bawa ke puskesmas, karena peralatan di pustu kurang lengkap dan tenaga medis yang hanya seorang bidan desa sehingga bisa saja pas kejadian tidak berada ditempat. Lagipula jaraknya yang jauh sehingga menyulitkan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Puskesmas Cibuaya, H. Aep Saepudin menjelaskan kepada Spirit Jawa Barat melalui telpon selularnya, Senin (25/12) tentang kondisi tidak tersedianya tenaga medis selain bidan desa di Pustu Desa Sedari menurutnya saat ini memang dari dinas kesehatan kabupaten Karawang belum ada orang untuk ditugaskan di Pustu tersebut.

“Dari dinas memang belum ada yang ditugaskan disana, untuk saat ini belum ada lagi perekrutan untuk tenaga medis, mungkin nanti ada PNS yang bisa ditugaskan di Pustu Desa Sedari,” jelasnya.(dar)