Dinsos Kewalahan Permintaan Adopsi Bayi

KARAWANG, Spirit

Ratusan warga mengajukan diri menjadi orangtua angkat bayi malang ke Dinas Sosial (Dinsos) Karawang . Namun, hingga saat ini belum ada satu pun yang diperkenankan mengadopsi bayi berjenis kelamin laki-laki yang dibuang orang tuanya dipinggir jalan jembatan sungai Citarum di Kampung Babaton, Desa Sukaharja, Kecamatan Telukjambe Timur, Jumat (27/10) lalu.

Bahkan bukan hanya dari kalangan biasa yang ingin mengadopsi bayi malang tersebut, tapi sudah jadi rebutan pejabat di Kabupaten Karawang. Dinas Sosial Kabupaten Karawang mengaku kewalahan menerima permintaan adopsi dari masyarakat.

“Sudah banyak yang meminta untuk mengadopsi anak tersebut dari masyarakat biasa hingga para pejabat. Tugas kami hanya memfasilitasi saja siapa yang akan mengadopsi biar diputuskan oleh pengadilan. Kami hanya menjaga jangan sampai bayi ini di adopsi oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk dijadikan gelandangan atau pengemis,” ujar Kepala Dinas Sosila Kabupaten Karawang, Setyadarma, Minggu (29/10).

Setyadarma mengatakan, beberapa pejabat tinggi di Karawang yang berminat untuk mengadopsi bayi tersebut seperti Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Ade Sudiana, Dirut RSUD Karawang, Asep Hidayat Lukman, serta Kapolres Karawang AKBP Ade Ary Syam Indradi.

“Informasinya seperti itu dan buat kami tidak ada masalah jika sudah jelas status orang yang mau mengadopsi, apalagi mereka yang sudah mapan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Karawang, AKBP Ade Ary Syam Indradi mengaku bukan dirinya yang mau mengadpsi bayi tersebut. Tetapi sejumlah anggotanya minta izin agar bisa merawat bayi tersebut. Dia mengatakan sedikitnya ada 10 orang anggotanya yang mau mengadopsi bayi tersebut.

“Bukan saya tapi anggota saya kalau tidak salah 10 orang lebih. Saya katakan silahkan saja tapi tetap harus ikut aturan. Apalagi kabarnya banyak yang mau mengadopsi,” ungkapnya.

Berbeda dengan, Direktur Utama RSUD Karawang, Asep Hidayat Lukman membenarkan rencana untuk mengadopsi bayi tersebut. Namun begitu dia mengaku tetap mengikuti prosedur yang berlaku untuk dapat merawat bayi tersebut.

“Sebenarnya niat mengadopsi bayi itu dari istri saya. Istri saya mau merawat bayi tersebut, namun saya tetap ikuti aturan saja,” katanya.

Sebelumnya, warga Kampung Babaton, Desa Sukaharja, Kecamatan Telukjambe Timur digemparkan sesosok bayi laki-laki yang baru lahir dan masih ada tali ari-ari di bawah Jembatan Alun-Alun, Jalan Raya Galuh Mas, Jumat (27/10).

Bayi disimpan di kardus dispenser, diduga sengaja dibuang ibu kandungnya sendiri.

Salah seorang saksi, Arif Sarjono (60) warga Kampung Babaton, mengatakan, saat ia melwati di jalan tersebut, mendengar suara tangisan bayi. Setelah dicari ternyata suara itu berasal dari dalam kardus dispenser yang tergeletak di pinggir jalan. Ia terkejut saat tahu ternyata didalamnya terdapat bayi yang kondisinya masih merah dan masih terlilit tali ari-ari.

“Saya langsung memberitahu warga sekitar yang juga sedang melintas di jalan. Setelah itu, kami membawa bayi tersebut ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang,” katanya kepada wartawan. (Dit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *