KARAWANG, Spirit
Pembangunan gedung tower Pemda II Karawang, terus diawasi secara serius oleh Tim TP4D, Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Inspektorat Karawang. Pengawasan tersebut, dilakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan tersebut.
Pembangunan gedung tower Pemda II Karawang yang menghabiskan anggaran APBD 2017 sebesar Rp 39.536.607.000, mendapat pengawasan serius dan terus digenjot pengerjaannya oleh penyedia jasa kontraktor PT Aura Otaka.
Dari pantauan Spirit Jawa Barat di lokasi, sidak yang dilakukan oleh Tim TP4D, Kejari, Inspektorat, PPK dan DPUPR, sidak dilakukan mulai dari sekitar pukul 11.00Wib dan selesai hingga pukul 13.00Wib, Senin (16/10) itu, terus memeriksa dan mengevaluasi pekerjaan yang dilakukan oleh PT Aura Otaka mulai dari lantai dasar hingga lantai 5 Gedung Tower Pemda II Karawang.
Kepala Kejari Karawang, Soekarti mengatakan, pihaknya memperoleh data sampai minggu ke 15 per tanggal 10 Oktober 2017, terjadi deviasi mencapai 13.8%. Namun pada minggu ke 16, PT Aura Otaka terus menggenjot progres pengerjaan hingga terjadi penurunan deviasi sekitar 7% pada minggu ke 16.
“Yang seharusnya 29.5% progres pengerjaan, nyatanya baru 15.7% sehingga terjadi deviasi sekitar 13.8%. Sedangkan pada hari ini, minggu ke 16 progres pengerjaan, kita turun ke lapangan sama-sama dan mendapati langsung keseluruhan progres pengerjaannya yaitu 27.6%.
Jadi, yang seharusnya 29.5% pada minggu ke 15, itu sudah dikejar sekitar 12% progres pengerjaannya selama seminggu ini. Sedangkan, seharusnya progres pengerjaan di minggu ke 16 yang harus di capai itu sekitar 35%, dan pada hari ini deviasinya menurun menjadi 7%,” jelas Soekarti kepasa sejumlah awak media di lokasi sidak Gedung Tower Pemda II Karawang, Senin (16/10).
Banyaknya masalah teknis pada perubahan-perubahan progres pengerjaan hingga terjadinya deviasi tersebut, menjadi titik utama pengawasan pihaknya terhadap pembangunan dan penyelamatan uang pemerintah.
“Kalau masalah teknis itu tadi ada perubahan-perubahan yang sudah dibahas dan sudah disepakati bagaimana solusinya, tinggal sekarang tugas masing-masing dari Isnpektorat, dari PPK, pengguna atau penyedia barang, kita sama-sama mengawasi pelaksanaan pembangunan gedung tower Pemda II,” ucapnya.
Bahkan, Soekarti juga berharap pembangunan tersebut dapat rampung sesuai dengan kontrak kerja yang sudah ditetapkan.
“Ya saya berharap sebelum deadline kontrak kerjasama tersebut berakhir, pengerjaan sudah selesai. Mudah-mudahan niat dari penyedia barang juga selesai tepat waktu, karena kita lihat barang-barang seperti yang diperlukan di dalam progres pengerjaan, sudah ada di lokasi,” ujarnya berharap.
Ditempat yang sama, Kepala Tim TP4D yang juga Kasi Intel Kejari Karawang, Sabrul Imam menambahkan, inti dari hasil evaluasi sidak yang dilakukan di pembangunan itu, mendapatkan du point utama yang menjadi tolak ukur seluruh pihak pengawas agar terus melakukan evaluasi progres pengerjaan.
“Pada intinya, kami menilai bahwa di minggu ke 15, bobot pengerjaan yang semestinya 29.5% hanya mampu dilaksanakan sebesar 15.7% sehingga terjadi deviasi. Deviasi itu apa? Tujuan kita datang ke lokasi pembangunan Gedung Tower Pemda II ya untuk itu, kita tinjau memang ada beberapa agenda yang penyedia barang dengan PPK belum ketemu, maka kita undanglah konsultan perencanaannya agar hal ini ada solusi yang tidak termuat dalam softdrawing yang menjadi kebutuhan pembangunan dasar gedung ini bisa tercapai, itu poin ke satunya,” jelas Sabrul.
Sedangkan untuk point keduanya, sambung Sabrul, dari evaluasi yang dilakukan minggu kemarin, penyedia barang telah mampu mengatasi deviasi walaupun nilainya tidak signifikan.
“Jadi ada peningkatan progres pekerjaan yang kemarin 15.7% sekarang jadi 27%, jadi deviasinya yang kemarin 13.8% sekarang menjadi 7% itu itikad baiknya,” ujarnya.
Dikatakannya juga, tujuan pihaknya melakukan sidak ke lokasi pembangunan tersebut adalah untuk memaksimalkan pengerjaan sesuai dengan waktunya dan mengevaluasi seluruh pengerjaan sehingga tidak terjadi lagi deviasi pada minggu-minggu selanjutnya.
“Jangan karna pengerjaannya di awasi oleh kami dan dikebut pengerjaannya, jadi jangan sampai ada pengurangan spesifikasi kualitas mutu yang terjadi. Kalo bisa, setiap ada bahan material yang masuk, tolong cek surat jalannya atau notanya, sama atau tidak dengan yang didalam spesifikasi pengajuannya kualitas mutunya itu,” tegas Sabrul.
Sementara itu, Dirut PT Aura Otaka, Anggiat Hutapea yang juga ada di lokasi sidak menuturkan, problem deviasi dari pada bobot pengerjaan yang selama ini dikhawatirkan, karna ada beberapa barang yang memang di import dari luar negeri untuk dilakukan pemasangan di bangunan tersebut.
“Bahkan ini sudah ada percepatan pengiriman bahan material barang seperti AC dan Lift, seharusnya ini barang datang di minggu ke 20an,” kilahnya.
Dirinya juga menegaskan, untuk percepatan pengerjaan juga, pihak kontraktor sudah menambahkan lagi tenaga kerjanya yang ada di lokasi hingga 200 orang untuk pekerjaan pemasangan pintu sedangkan pekerjaan pemasangan kusen sendiri, tenaga kerjanya sudah bertambah menjadi 60 orang.
“Malahan setiap harinya kita selalu menambah jam kerja lemburan pekerja hingga pukul 22.00 dan 23.00Wib setiap harinya, jadi ada penambahan jam kerja lemburan sebanyak 6 jam setiap harinya,” ungkapnya.
PT Aura Otaka yang menjadi kontraktor penyedia jasa pembangunan Gedung Tower Pemda II Karawang, tetap optimis pengerjaannya akan selesai dengan tepat waktu tanpa adanya penambahan perpanjangan waktu.
“Dan kita tetap yakin serta optimis, bahwa pengerjaan pembangunan Gedung Tower Pemda II akan selesai dengan tepat waktu di akhir tahun ini,” katanya.
Masih ditempat yang sama, hal senada juga dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Raktar (DPUPR) Karawang, Acep Jamhuri menambahkan, pihaknya juga tetap optimis bahwa pembangunan Gedung Tower Pemda II akan rampung dan selesai sesuai dengan tepat waktu.
“Sejauh ini tidak ada masalah apa-apa kok dari pembangunan Gedung Tower Pemda II ini. Apa yg perlu di permasalahkan memangnya?, sedangkan pengerjaannya saja sedang berlangsung bisa di lihat sejauh mana progres pengerjaan yang ada di pembangunan ini,” singkat Acep Jamhuri.
Dari informasi yang dihimpun, penambahan jumlah tenaga kerja oleh penyedia jasa PT Aura Otaka, hal tersebut guna mengatasi deviasi yang selama ini terjadi didalam pembangunan itu. (not)

