JAYAKERTA, Spirit
Akibat dikerjakan asal jadi, proyek pembangunan penurapan jalan di Jalan Bolang Kecamatan Jayakerta Kabupaten Karawang amakhirnya baru selesai di kerjakan sudah amburadul alias roboh pekan lalu. Tentu hal itu menjadi pertanyaan bagi masyarakat dan menjadi sorotan tajam.
Turap penahan jalan yang baru saja tuntas dibangun oleh CV Srikandi kini ambruk sepanjang kurang lebih 7 meter, patah, dan menutupi saluran air.
Proyek tersebut dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017 senilai Rp 190.383.000,00, yang dikerjakan 60 hari kalenderdengan volume 1,50 m, lebar 2014,00 m.
Menurut pantauan di lapangan penurapan tersebut di bawah secara kasat mata tidak ada adukan semen sehingga mudah roboh, dan hal tersebut diakibatkan kurangnya pengawasan dari pihak PUPR.
&Turap ambruk sejak kemarin akibat dikerjakan oleh kontraktor abal-abal. Waktu hujan lebat semalaman waktu itu,& kata Wardi, salah seorang warga pengguna jalan yang melintas di ruas jalan tersebut, Minggu (18/6 ) kepada Spirit Jawa Barat.
Konstruksi turap menurutnya tidak kokoh, sehingga mudah ambruk.
Ia sedikit kesal dengan rusaknya bangunan turap itu. &Turap yang seharusnya menahan jalan, sekarang ambruk. pondasinya itu yang tidak kuat,& ujarnya.
Senada dikatakan Darma (48), yang sawahnya tak jauh dari lokasi tersebut. Ia mengatakan hingga Selasa (13/6) malam, pekerja masih mengerjakan proyek waktu itu. 2 hari kemudian, didapati bangunan itu roboh. Ia juga khawatir dengan pekerjaan yang asal jadi tersebut tidak akan tahan lama.
Sementara Menurut Ka Inam Lodra selaku Divisi Humas LSM Kompak Karawang, ia mengatakan hal tersebut kurangnya pengawasan dari pihak PUPR sehingga pengerjaan tersebut dikerjakan asal-asalan.
&Pihak PUPR harusnya jangan pandang bulu untuk mengawasi proyek tersebut. Proyek tersebut harus diaudit oleh pihak terkait jangan sampai ada tudingan miring dari masyarakat karena ada main mata,& ungkapnya. (kus)

