CILAMAYA WETAN, Spirit
Pembangunan turap saluran pembuangan air Blok Tengkolo Dusun Krasak RT 01 RW 03 Desa Tegalsari Kecamatan Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang dalam pelaksanaan tanpa dilengkapi dengan pemasangan papan proyek. Tentunya hal tersebut mengundang tandatanya besar bagi sejumlah awak media. Apalagi di lokasi ditemukan penggunaan bahan material pasir diduga keras tidak layak digunakan untuk pembangunan turap, sehingga pasir tersebut diyakini tidak sesuai dengan yang tertera dalam Rencana Anggaran Baiaya (RAB). Terlebih lagi, kondisi bangunan tergenang air
“Papan proyek tidak ada. Dan sebetulnya pasir itu kurang bagus digunakan untuk pemasangan batu, hasilnya akan tidak maksimal. Itukan pasir arug, warnanya aja coklat. Pemborongkan pengen punya untung,” ujar salah satu pekerja proyek turap tersebut yang enggan menyebutkan namanya kepada Spirit Jawa Barat di lokasi, Selasa (13/6) sore.
Menurutnya, pelaksanaan sudah berlangsung selama empat belas hari, pekerjaannyapun sampai saat ini baru mencapai sekitar 60 % dari target akhir pembangunan.
“Pemborongnya Pak Ritno orang Cikampek Jomin Timur. Biasanya datang kesini satu minggu sekali. Kalau kami tinggal disini di rumah warga. Tanggal 20 Juni sudah harus selesai. Kami mau pulang kampung,” katanya.
Sementara itu Kaur Ekbang Desa Tegalsari, Tatang saat dikonfirmasi tentang pembangunan turap tersebut mengatakan, dirinya tidak mengetahui seputar pembangunan turap itu secara jelas. Lantaran, sebelum pelaksanaan dimulai tidak ada informasi sama sekali dari pihak pemborong. Sehingga tambah Tatang, dirinyapun mengalami keterbuntuan informasi terkait pembangunan turap di lokasi Blok Tengkolo yang saat ini sedang dikerjakan.
“Terus terang, saya aja selaku Kaur Ekbang tidak tahu ini proyek apa dan siapa pelaksananya. Karena, selain tidak ada pemberitahuan dari pihak pemborong, juga tidak ada papan proyek dilokasi. Makanya saya tidak pernah ngontrol,” pungkasnya. (wan)

