Hary Tanoe: Meski Telah Merdeka, Indonesia Belum Sejahtera

KARAWANG, Spirit – Meskipun telah berpuluh-puluh tahun merdeka, Indonesia masih jauh daripada predikat makmur. Bahkan, Indonesia saat ini berada dalam posisi 30% dari batas minimum kesejahteraan di negara maju. Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo saat menghadiri pelantikan DPRt partai Perindo se-Kabupaten Karawang dan Purwakarta dan panen raya, di Desa Lemah Subur Kecamatan Tempuran, Senin (30/5).
“Padahal Indonesia sekarang orientasinya sudah bergeser dari yang tertutup menjadi terbuka. Orde lama, orde baru hingga orde demokrasi. Bahkan ekonomi pun sudah liberal,” kata Hary saat memberikan sambutan.
Menurut Hary, terdapat kesalahan dalam konsep pembangunan yang diterapkan selama ini, sehingga pertumbuhan ekonomi lebih banyak dirasakan oleh kaum elite. “Kita harus terapkan ekonomi kerakyatan yang memihak kepada masyarakat dengan ekonomi lemah,” ujarnya.
Keberpihakan kepada masyarakat ekonomi dijadikan kata kunci menjadikan Indonesia negara maju. Sayangnya sampai saat ini konsep tersebut tidak secara utuh diterapkan. “Akibatnya ekonomi digerakan oleh segelintir orang saja. Ini yang harus dievaluasi,” tandasnya
Namun, masyarakat yang belum bisa mempersiapkan diri dalam persaingan ekonomi, kata Hary, dapat memperburuk masyarakat ekonomi lemah. Sehingga akan sulit pula menjadi negara maju. Sehingga diharapakan, peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu ditingkatkan (fat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *