KARAWANG, Spirit – Semangat belajar anak-anak di Kecamatan Jayakerta patut menjadi cermin bagi banyak pihak. Di tengah keterbatasan sarana infrastruktur, sejumlah pelajar Sekolah Dasar (SD) di wilayah perbatasan Desa Kemiri dan Desa Jayamakmur masih harus menempuh perjalanan melalui ruas jalan yang rusak untuk mencapai sekolah setiap harinya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Forum Karawang Utara Bergerak (Forum KUB) yang dipimpin Ketua Forum KUB, Angga Dhe Raka. Bersama sejumlah pengurus, pihaknya meninjau langsung lokasi jalan yang selama ini menjadi akses utama masyarakat sekaligus jalur yang dilalui para pelajar.
Menurut Angga, persoalan tersebut tidak bisa dipandang sekadar sebagai kerusakan infrastruktur biasa. Di balik jalan yang berlubang dan rusak, terdapat realitas kehidupan masyarakat yang masih harus berjuang mendapatkan akses pendidikan yang layak.
“Anak-anak ini berangkat sekolah dengan semangat yang luar biasa. Namun sangat disayangkan, mereka masih harus melewati jalan yang kondisinya memprihatinkan. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan hak mereka untuk memperoleh akses pendidikan yang didukung fasilitas dasar yang memadai,” ujar Angga.
Ia menjelaskan, ruas jalan tersebut memiliki fungsi strategis karena menjadi penghubung aktivitas masyarakat serta akses menuju Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Kecamatan Jayakerta. Meski demikian, hingga kini kondisi jalan dinilai belum mendapatkan penanganan yang memadai.
Forum KUB menilai kondisi tersebut menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah dalam pemerataan pembangunan di wilayah Karawang Utara. Di saat sejumlah kawasan terus berkembang dengan berbagai pembangunan infrastruktur, masyarakat di wilayah utara masih menghadapi persoalan mendasar yang belum terselesaikan.
“Jalan ini bukan hanya digunakan kendaraan, tetapi juga dilalui anak-anak yang setiap hari pergi dan pulang sekolah. Karena itu, perbaikannya harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” katanya.
Angga juga mengingatkan bahwa Karawang Utara memiliki kontribusi penting bagi daerah, baik sebagai kawasan pertanian maupun wilayah penyangga aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Karena itu, masyarakat setempat berhak memperoleh pelayanan pembangunan yang setara dengan wilayah lainnya.
“Semua warga memiliki hak yang sama untuk menikmati infrastruktur yang layak. Jangan sampai ada kesan bahwa pembangunan hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu, sementara daerah lain masih berjuang memenuhi kebutuhan dasarnya,” tegasnya.
Forum KUB mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar menjadikan perbaikan ruas jalan tersebut sebagai salah satu prioritas pembangunan. Menurutnya, akses jalan yang aman dan layak merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang tidak bisa ditunda terlalu lama.
Lebih lanjut, Forum KUB menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga terdapat langkah konkret dari pemerintah. Bahkan, apabila tidak ada respons yang jelas dalam waktu dekat, pihaknya membuka kemungkinan melakukan langkah-langkah penyampaian aspirasi bersama masyarakat Karawang Utara.
“Kami berharap pemerintah segera hadir dengan solusi nyata. Masyarakat sudah cukup lama menunggu. Jangan sampai persoalan seperti ini terus berulang tanpa penyelesaian yang jelas,” ujar Angga.
Ia menambahkan, ukuran keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya dapat dilihat dari besarnya investasi atau banyaknya proyek yang dibangun, tetapi juga dari sejauh mana manfaat pembangunan tersebut dirasakan hingga ke tingkat desa.
“Ketika anak-anak masih harus melewati jalan rusak untuk menuntut ilmu, maka persoalan pemerataan pembangunan masih menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan bersama. Pendidikan adalah masa depan daerah, dan akses menuju sekolah seharusnya menjadi perhatian utama,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait di lingkungan Dinas PUPR Kabupaten Karawang masih diupayakan untuk dimintai keterangan mengenai rencana penanganan ruas jalan yang dikeluhkan masyarakat tersebut. (ist/red)
