IGD Overkapasitas, Manajeman RSUD Karawang Minta Maaf dan Berikan Penjelasan

KARAWANG, Spirit – Manajemen RSUD Karawang akhirnya buka suara terkait keluhan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang sempat viral.

Melalui Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan, dr. MHD Parlindungan kepada awak media, Senin (4/5/26), menjelaskan bahwa pihak rumah sakit mengakui saat kejadian IGD mengalami kelebihan kapasitas ekstrem.

Dalam waktu bersamaan, tenaga medis harus menangani hampir 50 pasien—jauh di atas kapasitas ideal sekitar 30 pasien. Kondisi ini membuat tingkat hunian IGD melonjak hingga mendekati 200 persen.

Manajemen pun menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pasien. Mereka juga mengakui lonjakan tersebut berdampak pada mutu layanan, termasuk meningkatnya risiko terhadap keselamatan pasien akibat padatnya ruang perawatan.

Terkait sorotan publik soal pasien yang diminta mencari rumah sakit lain, pihak RSUD menegaskan keputusan itu berdasarkan penilaian medis. Setelah pemeriksaan awal, pasien dengan kondisi relatif stabil disarankan dirujuk ke fasilitas kesehatan lain yang lebih memungkinkan.

RSUD Karawang juga menekankan pentingnya sistem rujukan berjenjang. Pasien dari wilayah seperti Batujaya, misalnya, membutuhkan waktu hingga dua jam menuju rumah sakit. Dalam kondisi darurat, hal ini dinilai berisiko.

Sebagai langkah evaluasi, manajemen berjanji memperbaiki sistem triase serta memperkuat koordinasi dengan rumah sakit sekitar agar distribusi pasien lebih merata.

“Kami berkomitmen melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya. (ist/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *