Atap Lapuk Tak Tahan Hujan Deras, Dua Rumah Warga Pedes Rusak Parah

KARAWANG, Spirit – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah utara Karawang kembali memicu kerusakan rumah warga. Dua rumah milik warga kurang mampu di Desa Jatimulya, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, mengalami kerusakan serius akibat atap roboh pada Senin (26/1/26) siang.

Rumah yang terdampak masing-masing milik Aas, warga Dusun Kamurang I RT 01 RW 03, serta Yadi, warga Dusun Kamurang II RT 02 RW 05. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, kerusakan bangunan membuat aktivitas keluarga sangat terganggu.

Berdasarkan keterangan warga dan hasil pemantauan lapangan, robohnya atap rumah disebabkan usia kayu penyangga yang sudah lapuk, diperparah kebocoran atap serta curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

“Kayunya memang sudah tua, sering bocor kalau hujan. Kemarin hujannya deras, akhirnya ambruk,” ujar Aas.

Kedua pemilik rumah tersebut memilih bertahan di rumah masing-masing, karena kerusakan hanya terjadi pada bagian atap. Namun, keamanan keluarga (anak, istri-red) tetap membuat keduanya khawatir.

Sementara itu, Yadi mengungkapkan bahwa selain atap rumahnya roboh, air hujan juga masuk dan menggenangi bagian dalam rumah.

“Air masuk semua ke dalam rumah, banjir. Atap roboh, hujan deras, mau ke mana lagi kalau bukan bertahan di sini,” ucapnya.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemerintah Desa Jatimulya telah melakukan pemantauan langsung ke lokasi dan saat ini tengah mengupayakan pengajuan bantuan perbaikan rumah melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rulahu) kepada Pemerintah Kabupaten Karawang.

“Kami sudah cek kondisi rumah warga dan sedang menyiapkan pengajuan bantuan ke kabupaten. Harapannya bisa segera ditindaklanjuti,” ujar perangkat desa setempat.

Baik Yadi maupun Aas berharap Pemerintah Kabupaten Karawang dapat segera memberikan bantuan agar rumah mereka kembali layak dan aman untuk dihuni, terlebih di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya pendataan dan penanganan serius terhadap rumah tidak layak huni, khususnya di wilayah rawan cuaca ekstrem, guna mencegah dampak yang lebih besar di kemudian hari. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *