KARAWANG, Spirit



GUSDURian adalah sebutan untuk para murid, pengagum, pecinta dan penerus pemikiran dan perjuangan Gus Dur. Para GUSDURian mendalami pemikiran Gus Dur, meneladani karakter dan prinsip Gus Dur, dan berupaya untuk meneruskan perjuangan yang telah dirintis dan dikembangkan oleh Gus Dur sesuai dengan konteks tantangan zaman.

Komunitas GUSDURian Karawang sendiri baru berdiri 2 bulan lalu, dengan telah dilakukannya pertemuan atau Kopi darat (Kopdar) pertamanya pada bulan Agustus 2018 lalu. Hal tersebut diungkapkan Koordinator daerah Karawang, komunitas GUSDURian, Ahmad Rohiman, Jumat (5/10) usai acara diskusi bulanan komunitas tersebutyang biasa disebut acara Jumatan.


“Acara bulanan dengan judul Jumatan, acara diskusi dan membongkar pemikiran-pemikiran Gus Dur. Dari mulai kemanusiaan, demokrasi sampai dengan agama,” jelasnya kepada awak media, usai acara.

Acara diskusi ketiga kalinya yang bertempat di kantor sekertariat PCNU Karawang dengan pembicara salah seorang pengurus harian PCNU Kabupaten Karawang, Emay Ahmad Maehi, semenjak didirakannya GUSDURian Karawang lanjut Ahmad. Saat ini komunitas GUSDURian Karawang memiliki anggota tak kurang dari 100 orang dari berbagai kalangan termasuk banyak mahasiswa aktif.

“Yang jelas kegiatan diskusi bulanan kita akan terus berjalan dengan tujuan menjaga apa yang telah Gus Dur lakukan dan menjaga toleransi umat beragama di Kabupaten Karawang. Dan menjadi agen ditengah masyarakat untuk mengingatkan bahwa kerukunan dan toleransi itu penting, dan kemanusiaan yang kita utamakan,” tegas Ahmad Rohiman. (zul)