KARAWANG, Spirit – Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Karawang, Titin Herawati Utara menepis adanya kabar upaya penghentian kasus korupsi Komisi pemilihan umum (KPU) Kabupaten Karawang.
Menurut Titin pemeriksaan KPU berjalan terus hingga penetapan tersangka dan sampai penuntutan. Dia membantah jika ada upaya untuk menghentikan kasus yang menghebohkan di Karawang ini. Isu yang berkembang tersebut tidak memiliki dasar karena kasusnya sudah memasuki tahap penyidikan sehingga penyidik kejaksaan harus bisa mencari tersangkanya. “Ini kasus sudah berjalan hingga ke dik, jadi bohong besar jika mau kita hentikan. Kita tidak mau terpancing dengan kabar di luar yang berkembang sekarang ini. Yang penting kita bekerja menuntaskan kasus ini,” katanya, Senin (6/6).
Penanganan kasus korupsi di KPU ini, kata dia, saat ini masih menunggu selesainya pemindahan data IT (information technology) hasil dari penggeledahan beberapa waktu lalu.
Saat ini penyidik dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat secara bertahap sedang melakukan pemindahan data IT KPU yang mampu menyimpan data hingga 2 tera byte. “Kita masih menunggu hasil tersebut untuk bahan pemeriksaan selanjutnya yang faham secara detail itu kan ahli IT kita hanya menunggu saja,” imbuh Kasi pidsus yang pernah bertugas di kejari Ungaran Jawa tengah Ini.
Dikatakannya, pemeriksaan terus dilakukan hingga penetapan tersangka dan sampai penuntutan.
Titin mengungkapkan pihaknya belum melakukan pemeriksaan kembali usai melakukan penggeledahan karena proses pemindahan data yang cukup memakan waktu. Memang diakuinya, proses penggeledahan untuk kasus KPU berbeda dengan kasus sebelumnya. Pasalnya, kata dia, penggeledahan kali ini juga mengamankan data yang berbasis tehnologi.
Dalam situasi dan penggeledahan yang normal, dalam satu minggu pihaknya bisa melakukan pemeriksaan kembali, namun karena faktor teknologi IT dan jumlah data yang cukup besar jadi cukup memakan waktu.
“Biasanya satu minggu setelah itu kita lanjutkan dengan pemeriksaan terhadap orang-orang yang terkait dengan kasus ini. Namun karena masih harus menunggu, kita juga tidak mau memaksakan untuk melakukan pemeriksaaan. Saya perkirakan minggu ini sudah dimulai lagi pemeriksaan terhadap mereka, namun tidak semuanya kita panggil karena ini sudah mengkerucut,” katanya.
Berkembang kabar jika penyidik kejaksaan dalam penggeledahan di kantor KPU lalu tidak hanya menyita perangkat komputer yang menjadi alat kerja KPU. Tapi juga penyidik kejaksaan juga menyita handphone milik komisioner KPU, Sekretaris, hingga pejabat KPU lainnya. Dalam transkip pembicaraan via telepon itu terungkap sebuah persengkongkolan pejabat KPU dengan pihak luar terkait masalah kegiatan proyek, dan bahkan upaya untuk mengamankan kasus KPU ini hingga tidak berlanjut. (fat)