PAKISJAYA, Spirit



Para nelayan Dusun Pakis 1 dan Dusun Pakis 2 Desa Tanjung Pakis Kecamatan Pakisjaya keluhkan pendangkalan muara yang menjadi akses utama perahu nelayan menuju laut. Padahal, nelayan di Desa Tanjung Pakis cukup produktif melaut. Sedikitnya, terdapat 500 nelayan yang mengeluhkan hal tersebut.

Di katakan salahsatu nelayan Dusun Pakis 1, Mukhlis, perahu miliknya tak bisa berkutik saat hendak melaut, hal itu akibat muara yang mengalami pendangkalan hingga perahu milik mereka karam ke dan tak bisa gerak.

“Kalau terus seperti ini, para nelayan terancam tak bisa melaut karena perahunya karam,” ucapnya kepada Spirit Jawa Barat, Senin (25/3/19).


Padahal, lanjut Mukhlis, nelayan Pakis cukup produktif. Karena, menjadi nelayan merupakan satu-satunya usaha yang bisa di lakukan. Atau menjadi komoditas usaha warga Desa Tanjungpakis.

“Menjadi nelayan sudah lama kita jalani, kalau melaut aja susah, bagaimana kita mau cari makan,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut sudah lama ia rasakan, sudah lebih 3 tahun nelayan di desanya harus kesusahan saat hendak pergi melaut. Ia berharap agar pemerintah secepatnya melakukam normalisasi untuk membantu memperlancar usaha nelayan.

“Kami berharap pemerintah bisa memgontrol langsung keadaan kami di sini,” harapnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Tanjung Pakis, Karyo mengatakan, muara sungai pantai Tanjung Pakis beberapa tahun belakangan ini terus mengalami pendangkalan. Di aliran muara, terdapat material lumpur tebal yang menutupi permukaan sungai sehingga membentuk delta.

 

“Mengenai pendangkalan muara pantai Tanjung Pakis ini, kami sudah pernah mengusulkan pada pihak Kecamatan, melalui Musrembang, dan juga pada pihak dinas terkait, tapi hingga saat ini belum direalisasi,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan warga nelayan dan warga setempat sering mengadu kepadanya untuk mengusulkan langsung kepada Pemkab Karawang agar muara dapat di normalisai dengan cara melakukan pengerukan aliran sungai.

“Mewakili warga, saya berharap pada Pemkab Karawang bisa menanggulangi pendangkalan muara dan pendangkalan aliran sungai, agar usaha warga kami yang mayoritasnya nelayan tak terhambat,” pungkasnya. (dar)