KARAWANG, Spirit – Tersisa 1300 Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Karawang optimis akan dapat menyelesaikan, target program Rumah Layak Huni (Rulahu) di tahun 2021. Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Perumahan DPRKP Kabupaten Karawang Baehaqi, kepada awak media, Senin (22/6/2020).

Program Rulahu merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang masa bakti Bupati/Wakil Bupati Cellica Nurachadiana – Ahmad Zamakhyari periode 2015/2021, dengan target sebanyak 6400 rumah tidak layak huni milik masyarakat Karawang.

Sementara ditahun 2020, lanjut Baehaqi, jumlah pembangunan Rulahu tidak sesuai perencanaan awal, hal itu karena adanya refocusing anggaran dampak dari terjadinya Pandemi COVID-19 di Kabupaten Karawang.

“Tahun 2020 akan dibangun sebanyak 1251 rumah dengan total biaya yang dikeluarkan Pemkab Karawang sebesar Rp 52 miliar, namun karena terjadi Pandemi, lalu terjadi refocusing anggaran, maka jumlah rumah yang dibangun jadi berkurang sebayak 242 rumah, sehingga hanya 1009 rumah saja,” jelasnya.

Saat ini progres pengerjaan program Rulahu disampaikan Baehaqi baru berjalan sekitar 51% dari seluruh rumah yang akan dibangun di tahun 2020.

“Ditahap 1 dan 2 sudah mencapai 51%, semuanya berasal dari pengajuan Pokir Dewan dan Dinas,” terangnya.

Ditambahkan Behaqi, ia berharap kondisi Pandemi cepat mereda sehingga, rencana awal di tahun 2020 untuk membangun 1251 rumah dapat terlaksana, sehingga sisanya di tahun 2021 dapat terlaksana sesuai target.

“Mudah-mudahan kondisi ini cepat selesai, keuangan daerah juga membaik, bisa nanti di anggaran perubahan dianggarkan kembali sesuai, perencanaan awal agar 1251 rumah tahun 2020 dibangun semua,” pungkasnya. (ist/dar)