KARAWANG, Spirit – Terancam gagal, rencana pembangunan pasar Rengasdengklok oleh PT. Visi Indonesia Mandiri (VIM) masih terganjal kesepakatan harga jual kios antara pedagang dengan pengembang.



Para pedagang melalui Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PPKL) berharap untuk pembelian Los, pengembang memasang uang muka sebesar Rp 5 juta (masa cicil 1 tahun), dan dengan harga kios Rp 8,5 juta per meter dan dapat dicicil selama 5 tahun pun belum menemui temu dengan harga jual yang pengembang tawarkan.

“Sementara pengembang menetapkan untuk harga jual losnya itu uang muka Rp 20 juta dengan masa cicil 1 tahun, dan dengan harga Rp 16,2 juta permeter dan dengan masa cicil 5 tahun. Ini terlalu berat buat para pedagang kaki lima,” keluh salah seorang PKL, Kodori saat ditemui Spirit Jawa Barat, Minggu (6/10/2019).

Menurutnya selama ini keberatan PKL pun seolah-olah tak direspon oleh pengembang.

“Dengan perbedaan yang jauh tentang harga jual kios antara pengembang dan pedagang jadi mustahil untuk ada kata sepakat, kita berharap kepada wakil rakyat yang baru terpilih (DPRD Karawang) untuk bisa menengahi dan mendampingi para pedagang agar keinginan ini bisa di dengar dan di realisasi oleh pemerintah dan pengembang pasar Rengasdengklok yang baru,” tegas pria yang juga akrab disapa Koko itu.


Suasana ronda malam di pasar Rengasdengklok, antisipasi hal tak diinginkan terjadi

Sementara itu, perbedaan harga jual kios yang tak berujung titik temu, menimbulkan dampak psikologis, rasa takut di tengah masyarakat pedagang, dengan peristiwa terbakarnya pasar Cilamaya akan juga bisa menimpa pasar Rengasdengklok yang membuat para pemilik kios berjaga dengan melakukan ronda malam di pasar Rengasdengklok

“Sudah beberapa malam ini para pemilik kios di pasar Rengasdengklok melakukan ronda malam. Mungkin, berjaga-jaga akan hal yang tak di inginkan menimpa kios-kios mereka,” pungkas Koko. (dar)