RENGASDENGKLOK, Spirit



Secara Swakelola, dengan anggaran Alokasi Dana Khusus (DAK) 2018, sebesar Rp. 315 juta, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Rengasdengklok, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, laksanakan pembangunan Ruang Laboratorium IPA.

Menurut Kepala SMPN 1 Rengasdengklok, Asma, bahwa pembangunan laboratorium tersebut telah berjalan selama 1 bulan.

“Dengan pencairan dana secara bertahap, dan saat ini baru tahap 1 sebesar 25% dari total anggaran,” jelas Asma kepada awak media, Senin (8/10).

Masih menurutnya pembangunan gedung dengan ukuran 8×12 meter, dengan dana sebesar 25% tahap pertama, progres pembangunan menurutnya diperkirakan telah selesai 50%.


Kepala SMPN 1 Rengasdengklok, Asma

“Hanya saat ini yang menjadi kendala adalah upah para pekerja dan belanja material yang sementara ini pihak sekolah berhutang kepada toko bangunan,” katanya.

Tetapi sangat disayangkan setelah diketahui, dengan cara swakelola pihak SMPN 1 Rengasdengklok dalam membangun menggunakan jasa tukang yang berasal dari luar daerah sehingga diduga pekerjaan diborongkan. Hal tersebut diungkapkan seorang tukang atau pekerja bangunan lab tersebut, Mirja, saat diwawancara awak media, mengakui bahwa dirinya berasal dari Kabupaten Bekasi.

“Saya hanya tukang, bila kekurangan bahan material hanya bisa bilang ke pihak sekolahan agar pelaksanaan tidak tersendat. Dan saya bersama teman-teman bekerja di lingkungan sekolah ini kurang lebih hampir satu bulan, semuanya yang bekerja berasal dari Telukhaur, Pebayuran, Bekasi,” terangnya kepada awak media, Senin (8/10).

Dan hal tersebut pun sangat disesalkan oleh seorang warga yang sekaligus sebagai orangtua siswa SMPN 1 Rengasdengklok Karawang, yang enggan disebut namanya.

“Pihak sekolah sebelum menggunakan orang sekitar untuk mengerjakan pembangunan gedung lab IPA, seharusnya menawarkan dulu kepada warga yang rumahnya berdekatan dengan lingkungan sekolah,” katanya.

Sementara itu Kepala Desa Rengasdengklok Selatan, Darim mengaku belum mengetahui aktifitas pembangunan ruang lab di SMPN 1 Rengasdengklok.

“Coba saya tanyakan dulu seperti apa, takut salah ngomong,” kata Darim saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon selularnya, Senin (8/10) sore. (zul)