Tindak lanjut berantas praktek rentenir dan bank emok
KARAWANG, Spirit
Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Karawang Nur Ali desak DPRD Karawang untuk segera mensetujui anggaran penyertaan modal yang ada di Bank Jabar Banten (BJB) untuk masyarakat yang hendak meminjam tambahan modal usaha. Pasalnya hal ini adalah solusi cerdas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, dalam memberantas maraknya praktek rentenir dan bank emok di Karawang.
“Saya meminta agar DPRD segera setujui anggaran penyertaan modal yang ada di bank BJB, agar masyarakat dapat segera dengan mudah meminjam tambahan modal usahanya,” ujarnya, saat diwawancarai awak media, dikediamannya, Sabtu (21/4).
Lebih lanjut ia menuturkan desakannya pada DPRD adalah upaya memberantas praktek rentenir dan bank emok yang terjadi di Karawang.
“Praktek rentenir dan bank emok yang hari ini terjadi di Karawang adalah gambaran rendahnya perhatian pemerintah dalam hal peningkatan ekonomi masyarakat. Sehingga berdampak pada mudahnya praktek seperti itu masuk pada masyarakat, padahal jika disadari praktek itu justru akan merugikan masyarakat itu sendiri. Maka dari itu solusi cerdas jika Pemkab Karawang sendiri yang memberikan pinjaman dengan bunga rendah pada masyarakat,” ungkapnya.
Masih kata Nur Ali menambahkan, jika DPRD sudah menyetujui dari keinginannya, mekanisme selanjutnya adalah dibentuknya sebuah sistem oleh BJB itu sendiri, kemudian diintegrasikan dengan peran pemerintah Desa dalam hal verifikator dan pembinaan bagi para nasabah nanti.
“Dalam hal teknis pinjaman, sistem bisa dibuat oleh BJB itu sendiri, lalu terintegrasi dengan peran pemerintah melalui Desa masing-masing para nasabah sebagai verifikator dan yang akan memberikan pembinaan sekaligus pendampingan para nasabah. Sehingga para nasabah itu terkontrol, hal ini untuk meminimalisir penyimpangan penggunaan pinjaman anggaran oleh si nasabah,” katanya.
Selanjutnya, masih kata Nur Ali menyayangkan dari penomena maraknya kegiatan rentenir di Karawang yang pada dampaknya dari kegiatan itu menghasilkan hal negatif bahkan berujung mengenaskan.
“Sering kita dengar atau bahkan melihat dari berita sebelumnya, banyak dari kondisi rumah tangga yang menjadi tidak harmonis, bahkan ada yang sampai bunuh diri karena tak dapat membayar utang akibat praktek rentenir itu. Maka dari itu semoga solusi yang tadi diberikan dapat berdampak positif dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, tanpa harus meminjam pada rentenir atau bank emok yang bunganya tinggi,” pungkasnya. (Bal)