Resmi Daftar di Pilkades Dukuhkarya, Kang Are Ajak Warga Bersama-sama Bangun Desa

KARAWANG, Spirit – Dukungan warga mengiringi langkah Mista alias Kang Are saat resmi menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon Kepala Desa Dukuhkarya, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Kamis (3/9/26).

Warga Dusun Dukuh Barat, Desa Dukuhkarya itu datang ke Sekretariat Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Dukuhkarya bersama keluarga dan ratusan warga.

Kedatangan Kang Are sekaligus mencatatkan dirinya sebagai pendaftar pertama yang secara resmi menyerahkan seluruh berkas persyaratan kepada Panitia 11.

Setibanya di sekretariat, Kang Are diterima langsung oleh panitia sebelum menyerahkan dokumen persyaratan pendaftaran untuk mengikuti tahapan Pilkades Dukuhkarya.

Di hadapan panitia dan warga yang mengantarnya, Kang Are menegaskan bahwa keputusannya maju dalam Pilkades bukan sekadar mengejar kepentingan pribadi.

Ia menyebut pencalonannya sebagai bagian dari ikhtiar bersama untuk mendorong pembangunan dan kemajuan Desa Dukuhkarya.

“Jika nanti saya diberikan amanah sebagai kepala desa, mari kita bersama-sama membangun dan memajukan Desa Dukuhkarya,” ujar Kang Are.

Baru Satu Bakal Calon Resmi Mendaftar

Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Dukuhkarya, Siti Habibah, memastikan hingga memasuki hari kedua pendaftaran baru satu bakal calon yang menyerahkan berkas secara resmi.

Menurut Siti, pada hari pertama belum terdapat bakal calon yang datang dan menyerahkan dokumen pendaftaran. Dengan demikian, Kang Are menjadi satu-satunya bakal calon yang tercatat secara resmi hingga hari kedua.

“Hari ini baru satu orang yang mendaftar. Kemarin di hari pertama belum ada, jadi hingga hari kedua ini baru tercatat satu bakal calon,” kata Siti Habibah kepada NarasiKita.ID setelah menerima berkas pendaftaran Kang Are.

Meski sejumlah nama telah ramai disebut-sebut masyarakat sebagai kandidat yang akan maju, panitia belum dapat memastikan jumlah keseluruhan bakal calon yang nantinya mengikuti Pilkades Dukuhkarya.

Siti menegaskan, penyebutan nama di tengah masyarakat belum otomatis menjadikan seseorang sebagai bakal calon resmi.

Status tersebut baru dapat dicatat panitia setelah yang bersangkutan datang langsung ke sekretariat dan menyerahkan berkas persyaratan pendaftaran.

“Kami belum bisa memastikan berapa total calon yang akan bertanding. Walaupun di luar sudah ramai dibicarakan siapa saja yang akan maju, selama mereka belum datang secara pribadi dan mendaftar langsung ke sekretariat, panitia belum menganggapnya sebagai bakal calon resmi,” tegasnya. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *