RANGKAIAN PEMBELAJARAN RENANG GAYA PUNGGUNG

Oleh: Fauzan Noer Afrizal
(Mahasiswa S1 Prodi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi, Universitas Singaperbangsa Karawang)

Gaya punggung (backstroke) merupakan gaya yang memiliki kecepatan nomor tiga setelah gaya bebas dan gaya kupu-kupu. Gaya ini merupakan kebalikan dari gaya bebas, yaitu mengharuskan posisi tubuh dalam keadaan terlentang dan posisi wajah menghadap keatas permukaan air. Gaya ini pula yang sering kali guru ajarkan apabila siswa sudah menguasai gaya bebas dan gaya dada disekolah. Kendala dari pelaksanaan pembelajaran renang gaya punggung adalah, mempertahankan atau pengaturan napas Ketika siswa kepalanya masuk kedalam air. Seringkali kepanikan dan takut tenggelam menjadi salah satu factor penyebab sulitnya mengajar renang gaya punggung.

1. Tahapan Belajar Mengapung

A. Berpasangan antara siswa satu dan siswa dua, simpan Noodle satu depan dan satu dibagian pinggang.

B. Pegang satu Noodle menggunakan kedua tangan dengan lurus

C. Angkat dan luruskan Noodle yang dipegang ke arah atas.

D. Angkat kaki kanan dan tempelkan ke dinding kolam renang, hal tersebut dilakukan untuk membantu siswa agar posisi tubuh tidak tenggelam kebawah.

E. Lentingkan dan sejajarkan posisi tubuh dengan air.

F. Luruskan Kedua kaki yang menempel di dinding kolam renang secara perlahan, hingga tubuh dalam keadaan sejajar dengan permukaan air.

2. Tahapan Belajar Gerakan Kaki

A. Satu Kelompok terdiri dari tiga orang, satu memegang kedua tangan satu memegang kedua kaki di luruskan. Dan luruskan bagian ujung kaki.

B. Tekan Kebawah kaki bagian kanan oleh siswa dua dengan jarak tekanan 30-40 cm.

C. Lakukan Gerakan yang sama secara bergantian untuk Gerakan kaki kiri.

3. Tahapan Belajar Gerakan Kaki Nafas

A. Satu kelompok terdiri dari tiga orang, satu memegang kedua tangan dan satu memegang kedua kaki di luruskan. Dna luruskan bagian ujung kaki.

B. Pada saat kaki kiri ditekan kebawah oleh siswa dua, maka siswa satu menengok ke arah kanan dan meniupkan udara dari hidung secara perlahan. Hal ini dilakukan agar siswa tidak sering tersedak air kolam renang sehingga pembelajaran gaya punggung menjadi terhambat.

C. Saat kaki kanan ditekan kebawah, maka posisi kepala kembali ke semula yaitu menghadap ke atas kemudia hirup udara melalui mulut secukupnya. Itu merupakan Teknik pernapasan untuk meminimalisir seringkali tersedak dan menimbulkan kepanikan pada saat renang gaya punggung.

4. Tahapan Belajar Gerakan Tangan

A. Ambil posisi berdiri dengan kedua tangan lurus keatas.

B. Gerakan tangan kanan dan jari kelingking masuk terlebih dahulu kedalam air.

C. Dorong air menggunakan telapak tangan pada saat berada di bawah permukaan air.

D. Ibu jari keluar terlebih dahulu setelah fase mendorong air di bawah permukaan air.

5. Tahapan Belajar Gerakan Tangan Tahap Kedua

A. Berpasangan, gunakan Noodle di ikatkan dibagian perut dan siswa satu berikan kaki kanan ke siswa dua.

B. Lentingkan tubuh kebelakang dengan kedua tangan diluruskan.

C. Angkat kaki kiri hingga kedua kaki lurus di pegang oleh siswa dua, sejajarkan perut sehingga antara tangan dan kaki sejajar dengan permukaan air. Wajah menghadap ke arah atas dengan mata dibuka.

D. Putar tangan kanan diawali dengan kelingking masuk terlebih dahulu ke dalam air, dorong dengan telapak tangan, ke luar tangan dari air adalah ibu jari terlebih dahulu.

E. Pada saat tangan kiri, lakukan tahapan gerak yang sama dengan tangan kanan. Lakukan secara bergantian antara tangan kanan dan kiri.

6. Tahapan Belajar Koordinasi

A. Satu kelompok terdiri dari tiga orang dan satu Noodle di simpan dibagian pinggang, luruskan kedua tangan dan kedua kaki.

B. Lakukan Gerakan koordinasi secara dinamsis (bergerak ke arah depan), awalan yang harus dilakukan adalah Gerakan kaki terlebih dahulu.

C. Putar tangan kanan di ikuti dengan pernapasan yaitu menengok ke arah kanan, dengan cara tiup udara dari hidung secara perlahan dan kaki bergerak tanpa berhenti.

D. Pada saat tangan kiri bergerak maka posisi wajah Kembali ke semula, yaitu menghadap ke arah atas dan hitru udara secukupnya dari mulut.

REFERENSI

Dari buku yang ditulis oleh Bapak Ahkmad Olih Solihin, M.Pd. dan ibu Sriningsih, M.Pd. dengan judul bukul “PINTAR BELAJAR RENANG.” (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

RSS
Follow by Email