PURWAKARTA, Spirit – Di MPP Bale Madukara, jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta ikuti acara bimbingan teknis cara evaluasi dokumen master plan smart city dan manajemen resiko secara virtual.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika dalam keterangannya mengatakan, dalam rangka terwujudnya kota cerdas (smart city) di Indonesia, Kementerian Kominfo bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian PAN dan RB menyelenggarakan Program Gerakan Menuju 100 Smart City pada periode 2017-2019.

“Program dimaksud telah diterapkan pada seratus kabupaten dan kota terpilih, dan selanjutnya akan melaksanakan evaluasi sebanyak dua kali dalam setahun, maka dilakukan tinjauan lapangan secara daring yang bertujuan untuk memberikan pembimbingan cara melakukan evaluasi program smart city, melakukan pemeriksaan kembali terhadap hasil evaluasi yang diperoleh dalam kurun waktu 2018-2020, dan sekaligus diharapkan dapat membantu daerah untuk meningkatkan nilai evaluasi pada tahun 2021,” kata Ambu Anne, belum lama ini.

Pemertintah Daerah Kabupaten Purwakarta juga mengucapkan terimakasih kepada jajaran kementerian terkait yang telah secara konsisten melakukan monitoring dan evaluasi program tersebut.

“Hal ini membawa dampak yang signifikan terhadap kemandirian daerah dalam membuat solusi atas permasalahan-permasalahan yang dihadapi,” tuturnya.

Menurutnya, untuk mendukung program smart city, saat ini seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta telah menggunakan internet fiber optic. Sedangkan untuk desa telah memfasilitasi layanan internet sebanyak 102 desa dari 183 desa yang ada dan jumlahnya terus ditingkatkan.

“Untuk dukungan aplikasi, ada sekitar 34 aplikasi umum dan 81 aplikasi khusus yang efektivitas pemanfaatannya terus tingkatkan,” kata Ambu Anne.

Lalu, untuk smart governance, Pemkab Purwakarta sudah memiliki Mal Pelayanan Publik (MPP) Bale Madukara yang memfasilitasi pelayanan publik, aplikasi TPP untuk mengukur kinerja pegawai, aplikasi WBS untuk mencegah pelanggaran terhadap kode etik, dan aplikasi Daluwang untuk kegiatan surat menyurat yang disertai tanda tangan digital.

“Pada smart economy, pemkab sudah memiliki Galeri Menong sebagai wadah pemasaran produk UKM Purwakarta, e-commerce Webdesaku memasarkan produk bumdes, serta e-commerce Topur yang berbasis aplikasi android,” ujar Bupati.

Pada sisi smart branding, Pemkab Purwakarta sudah memiliki Taman Air Mancur Sri Baduga yang menjadi salah satu ikon terkenal ditengah kota, Tajug Gede Cilodong, serta Julang Ngapak dan Gapura Melati yang menjadi arsitektur khas diambil dari falsafah sunda.

“Dalam smart society, kami mendorong masyarakat untuk membentuk komunitas atau kelompok diantaranya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), Relawan TIK, Rumah Muda, dan masih banyak yang lainnya,” kata Ambu Anne.

Lalu ada smart environment, Pemkab Purwakarta membuat taman-taman tematik disetiap penjuru kota, serta mengajak pegiat peduli lingkungan untuk peduli dengan membuat bank sampah dan mendaur ulang sampah plastik di lingkungan masing-masing.

“Dan smart living, Pemkab telah mamasang 66 titik CCTV agar kondisi setiap sudut kota dan area-area penting dapat dipantau, serta tahun ini akan dipasang 10 titik CCTV dilengkapai suara supaya dapat memantau dan mengetahui setiap kejadian yang langsung membutuhkan penanganan,” demikian Ambu Anne. (adv)