KARAWANG, Spirit – Pernyataan provokatif Joseph Paul Zhang telah menodai cara pandang agama yang bersahaja dan memanusiakan manusia. Hal tersebut ditegaskan oleh salah seorang tokoh kerukunan umat beragama Kabupaten Karawang, Emay Ahmad Maehi kepada spiritjawabarat.com, Minggu (19/4/2021).

Menurut pria yang biasa disapa Kang Emay tersebut, hal ini merupakan suguhan yang sangat memprihatinkan (miris), ia pun meminta kepada masyarakat Karawang sebagai pemeluk agama, jangan sampai kehilangan sikap toleran yang sudah diperjuangkan selama ini.

“Sayang pengorbanan para pemrakarsa agama universal secara sosial harus dinodai oleh pernyataan Joseph Paul Zhang. Islam sebagai agama Rahmatan Lil Alamin tidak mengalami kerugian sekecil apapapun, dan intoleransi membutuhkan toleransi yang berkelanjutan,” tegasnya.

Lebih lanjut Kang Emay mengatakan, keharmonisan kebangsaan dan Keagamaan di Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) tidak akan berkecil hati untuk menyampaikan pesan bersama. Tindakan Polisi untuk mengusut cuitan seperti ini adalah perkara lain dalam menegakkan hukum sebagai jaminan asasi dalam beragama dan menyembah Tuhan.

“Bulan suci Ramadhan bagi umat IsIam harus dijadikan momentum untuk berbagi kebaikan pada sesama. Nggak penting menanggapi orang yang berkelakuan seperti Paul Zhang, dan jangan menantang hukum. Kita banyak merasakan, aparatur hukum sangat sigap dalam menyelesaikan hal-hal seperti ini,” katanya.

Sebelumnya, seperti dilansir detik.com, mendadak viral di media sosial, Joseph Paul Zhang yang membuat sayembara menantang warga untuk melaporkannya ke polisi karena mengaku sebagai nabi ke-26. (ist/dar)