KARAWANG, Spirit – Selain jalan yang bergelombang, jumlah pintu tol masuk yang sedikit menjadi titik kemacetan baru di Karawang. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Karawang berencana menambah jalur masuk pintu tol Karawang Barat.
Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Karawang Acep Jamhuri mengatakan, Pemkab mengajukan permintaan penambahan pintu tol kepada Pemerintah Pusat lewat Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) dan akan dibuatkan satu pintu tol baru saja, “Padahal kita butuh 3 pintu tol baru agar nantinya tidak terjadi ‘bottle neck’ di interchange Karawang Barat,” katanya.
Dikatakan, selain penambahan pintu tol, seharusnya pintu tol ini tak dibangun sejajar, tetapi zig-zag, sehingga masuknya kendaraan di pintu ini tak terlalu menumpuk jumlahnya. “Sementara untuk jalan interchange menuju jalan tol meski ini adalah jalan Provinsi, Pemkab akan juga membantu membangunnya, namun ditambah anggaran dari Pemerintah Pusat dan Provinsi,” katanya.
Menurut Acep pelebaran jalan interchange ini sangatlah berguna di masa datang, dengan akan dibangunnya bandara internasional dan jalur kereta cepat Jakarta Bandung yang melewati Karawang.
“Yah kalau untuk sekarang penambahan pintu tol dan rencana pelebaran jalan ini baru masuk tahap pertama saja, dan masih dalam kajian BPJT, belum lagi kita harus memikirkan pembebasan lahan di sekitar lokasi, dan baru dianggarkan tahun depan,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Acep, Dinas Bina Marga sudah merancang penggunaan jalur Sungai Citarum untuk transportasi barang bagi kawasan industri, “Tapi yang bangun bukalah kita tetapi kita jual rancangannya ke Pemerintah Provinsi,” ujarnya.
Oleh karena itu Acep berharap dengan penambahan pintu tol, pelebaran jalan interchange Karawang Barat dan penambahan jalur transportasi Citarum ini akan memajukan Kabupaten Karawang yang kini telah menjadi salah satu kota satelit yang diperhitungkan. (fat)
