Pelajar Daftar Kedua Tertinggi Korban Laka

KARAWANG, Spirit
Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Karawang mencapai 639 kejadian, atau mengalami peningkatan 1.7 persen dibanding tahun 2014 yang hanya mencapai 613 kejadian. Ironisnya, tahun 2015 pelajar masuk daftar tertinggi kedua korban kecelakaan lalu lintas tersebut, setelah karyawan swasta. Kanit Laka Lantas Polres Karawang, Iptu Sabar Santoso, merilis, sepanjang tahun 2015, terhitung sejak 26 Desember 2014 hingga 25 Desember 2015, pihaknya mencatat terdapat 639 kejadian laka lantas di berbagai titik lokasi di Kabupaten Karawang.BHL IlustrasiPihaknya menyayangkan, korban kecelakaan tertinggi kedua menimpa kalangan pelajar dengan jumlah 117 orang, dan karyawan swasta sebanyak 331 korban. Sedangkan, karyawan swasta menjadi daftar tertinggi yang ditetapkan pelaku penyebab kecelakaan dengan jumlah 155 orang., dan pelajar berada di daftar kedua dengan jumlah 34 orang. “Secara umum karyawan swasta paling banyak terlibat kecelakaan lalin. Keseluruhan, korban maupun pelaku kecelakaan di dominasi oleh karyawan swasta, sedangkan pelajar di peringkat dua terbanyak,” kata Iptu Sabar, di ruang kerjanya, Kamis (7/1). Dijabarkan, total 639 kejadian kecelakaan lalu lintas di tahun 2015, tercatat 160 orang meninggal dunia, 237 orang mengalami luka berat dan 630 diantaranya mengalami luka ringan. Data menunjukkan angka kecelakaan lalu lintas di tahun 2015 mengalami peningkatan di banding tahun 2014 yang hanya mencapai 613 kejadian.

Namun, angka kematian akibat kecelakaan menurun dari 228 jiwa di tahun 2014, menjadi 160 jiwa di tahun 2015. Korban luka berat pun mengalami penurunan dari 304 orang tahun 2014 menjadi 234 orang di tahun 2015. Sedangkan, seiring meningkatnya angka kecelakaan, angka korban luka ringan mengalami kenaikan dari 442 orang tahun 2014, menjadi 630 orang di tahun 2015.

“Korban kecelakaan juga rata-rata berusia produktif sekitar 16-30 tahun, biasanya pada usia tersebut kecelakaan terjadi akibat terburu-buru dan ngebut di jalan raya karena ingin sampai di tempat kerja. Sebab pada usia tersebut rata-rata berstatus pelajar hingga karyawan atau pegawai,” paparnya.

Sabar juga mengungkapkan, ada beberapa titik yang diketahui rawan kecelakaan . Diantaranya, Jalan Baru, Kosambi, Klari, Cikampek, Jatisari, dan Rengasdengklok. Hal itu disebabkan banyaknya pengendara roda dua ataupun roda empat yang terlena dengan ruas jalan yang masuk di jalur arus mudik itu. “ Mungkin karena jalannya cukup lebar dan ramai lancar sehingga kecepatan bisa tinggi,” katanya.

Upaya Satlantas Polres Karawang menekan angka kecelakaan lalu lintas dilakukan pula dengan membuat zona tertib lalu lintas. Manajemen berkendara bagi masyarakat juga dinilai penting, yakni mengenai fasilitas jalan, keamanan berkendara, dan yang sumber daya manusia dalam mengenal rambu-rambu lalu lintas.

“Penyebab kecelakaan tidak hanya akibat adanya pelanggaran, tetapi juga bisa disebabkan faktor pengendara dan kondisi jalannya,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya juga meminta peran aktif instansi terkait seperti Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Perhubungan agar bersinergi dengan kepolisian dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas. “Untuk menekan angka kecelakaan bukan hanya tanggung jawab pihak kepolisian saja. Tapi semua pihak termasuk pemerintah dan masyarakat yang berada di jalan,”pungkasnya. (dit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

RSS
Follow by Email