CILAMAYA WETAN, Spirit

Paskibra SD Negeri  1 Tegalwaru,  Cilamaya Wetan, Karawang,   sukses menjadi juara pada ajang lomba Pembaris Muda Jakarta (Pemuja) tingkat Nasional,  di SMP 145 Tebet Atas Jakarta,  Sabtu (23/1) lalu.

Di ajang ini, SDN 1 Tegalwaru menjadi juara utama tiga  dan berhak memperoleh piala bergilir Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI. Gelar juara tersebut diraih,  setelah SDN 1 Tegalwaru menjadi juara Danton Terbaik ketiga, PBB murni terbaik tiga.

Raihan ini menambah daftar prestasi sekolah yang berasal dari Kabupaten Karawang khususnya dari Kecamatan Cilamaya  Wetan.

Paskibra SDN 1 Tegalwaru berfoto bersama guru menampilkan PIALA yang diraihnya di tingkat nasional

“Kami tak menyangka bisa meraih juara, karena saingan cukup berat dari berbagai SD/MI di Indonesia.  Alhamdulillah rasa bangga dan senang menjadi satu.  Ternyata anak didik kami, mampu mengalahkan para pesaing lomba. Pesertanya,  bukan hanya dari jawa barat melainkan se-Indonesia. Gak kebayangkan,  ini berkat kerja keras dan kerja sama semua guru,  serta keseriusan dan kedisiplinan siswa dalam berlatih, sehingga berhasil jadi juara, ” ungkap kepala SDN 1 Tegalwaru,  Hj Nurhayati kepada Spirit Jawa Barat, ditemui disekolah,  Senin (29/1).

Nurhayati mengatakan, untuk mengikuti suatu kompetisi,  yang perlu disiapkan adalah latihan rutin dan bimbingan langsung pada siswa dari pembina maupun pelatih. Selain itu,  mekanisme rekrutmen, pihak sekolah mulai mencari calon anggota Paskibra,  setelah proses perekrutan, selanjutnya dilakukan seleksi, kemudian digembleng serius.

”Latihan rutinnya dilaksanakan tiap satu minggu sekali. Tapi, misalkan mau mengikuti perlombaan, minimal satu bulan sebelumnya kami sudah persiapkan. Jadi latihan bisa tiap hari. Siswa yang dibina tidak terlalu banyak.  Karena jika kebanyakan, susah untuk mengontrolnya. Makanya di batasi jumlah anggota supaya cepat jadi,” terangnya.

Pada tahap selanjutnya, pihaknya membagi menjadi dua tim untuk memunculkan kompetisi sebagai terbaik. Tim terbaik yang nanti akan diikutkan pada lomba. Dalam hal porsi latihan yang diberikan, siswa yang ikut Ekskul Paskibra mengikuti kegiatan rutin dalam seminggu. Porsi latihan mulai dari cara baris-berbaris, ketegasan melangkah, kerapihan saat berganti formasi hingga ketahanan fisik.

“Dari ekskul ini, banyak hal bisa didapat siswa. Selain sikap disiplin, tegas, juga lebih menghormati guru. Kami sangat berterima kasih pada guru pembina,  pelatih, yang sudah membimbing dari awal hingga sekarang,” pungkasnya.(wan)