KARAWANG, Spirit – Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM Polres Karawang imbau warga untuk segera melakukan penukaran surat keterangan SIM sementara dengan kartu SIM. Hal ini dikarenakan sebanyak ribuan lembar material SIM sudah didrop dari Ditlantas Polda Jabar.

“Kami siap melayani penukaran SIM sementara dengan kartu SIM untuk tertanggal 20-27 Juni 2016. Untuk waktu penukaran dari jam 15.00-17.00 wib, dengan membawa persyaratan seperti KTP asli dan SIM sementara,” papar Kasat Lantas, AKP Rendy Setia melalui Baur SIM Polres Semarang, Aiptu Didin Sabtu (6/8).

Lebih Lanjut Didin, kendati material SIM sudah tersedia, namun penukarkan surat keterangan SIM dilakukan secara bertahap. Hal ini dilakukan karena keterbatasan material SIM, sumberdaya maupun sarana dan prasarana yang ada di Satpas SIM Polres Karawang.

“Untuk pemohon atau pembuat SIM di bulan Agustus sudah aman dan dapat langsung mendapatkan kartu SIM. Kami sekarang ini masih terus melakukan pencetakan kartu SIM, karena banyak pemohon yang belum menukarkan SIM sementara,” ujarnya.

Didin mengatakan, Satlantas Polres Karawang juga telah melakukan pemberitahuan di media sosial, media cetak dan juga sudah memberitahu ke anggota kepolisian yang ada dilapangan. Bahwa masyarakat yang merupakan pemohon SIM bisa menukarkan SIM sementara dengan kartu SIM.

“Pendistribusian kartu SIM dilakukan secara bertahap, karena material SIM ini hanya sampai bulan Agustus 2016. Untuk bulan selanjutnya kami masih menunggu pemberitahuan dari Mabes Polri,” katanya.

Sebelumnya, ada Sejumlah Polres di wilayah hukum Polda Jabar kehabisan material atau kepingan kartu Surat Izin Mengemudi (SIM). Namun begitu layanan SIM tetap berlangsung meski diganti sementara menggunakan tanda bukti berupa resi yang nanti ditukar setelah kepingan tersedia.

Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Sugihardi, mengatakan saat ini pihaknya tengah menunggu material SIM yang dikirim Korlantas Mabes Polri. “Untuk material SIM memang ada keterlambatan. Harapannya bulan ini bisa clear, kekurangan bukan hanya terjadi di wilayah Polda Jabar saja, tapi ada beberapa Polda yang kekurangan,” ujarnya.

Secara rinci ia tidak mengetahui daerah mana saja yang mengalami kekurangan material untuk pembuatan SIM. Menurut Sugihari, guna menyiasati kekurangan di setiap Polres, pihaknya menggunakan sistem subsidi. Beberapa Polda yang kelebihan material SIM akan menyerahkan kepada Polda yang kekurangan.

“Di antaranya juga kita mendapat tambahan dari beberapa Polda yang kelebihan. Jadi ada tambahan material SIM sehingga kita distribusikan ke masing-masing Polres yang kekurangannya banyak,” imbuhnya.(dit)