KARAWANG, Spirit – Disebut sebagai salah satu dari 5 Kabupaten dengan kemiskinan ekstrem di Provinsi Jawa Barat berdasarkan data yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini, sangatlah memprihatinkan bagi seorang pengamat sosial Kabupaten Karawang, Emay Ahmad Maehi.

Menurut pria yang juga menjabat Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kabupaten Karawang, upaya lembaga-lembaga politik pemerintah melalui tata kelola keuangan negara, tak sejalan dengan peran lembaga-lembaga sosial yang menyangganya. Lebih jauh ia mengatakan, bertaburannya lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan tersentralisasi di daerah yang berbasis publik ekonomi.

“Akhirnya penyebaran distribusi bantuan-bantuan yang selama ini berjalan belum tersebar merata. Bisa saja, juga terjadi dalam menata kelola keuangan APBD II, APBD I dan APBN tersandera oleh zona distrik atau dalam kata lain Daerah Pemilihan (Dapil),” papar pria yang biasa disapa Kang Emay tersebut kepada spiritjawabarat.com, Senin (4/10/21).

Masih kata Kang Emay, pemerintah daerah harus mengevaluasi secara fundamental baik yang menyangkut bagaimana mensiasati lembaga politik pemerintah yang memiliki kewenangan mengusulkan anggaran serta instrumen sosial kemasyarakatan yang biasa menyalurkan kegiatan-kegiatan yang bersifat aspiratif.

“Namun demikian, ada yang lebih urgent lagi, kita menjadi sibuk, saling membela diri dan mengkomoditas perihal ini. Padahal yang sebenarnya adalah, kenapa komunikasi yang bersifat aurat ini menjadi komoditas perbincangan yang meluas, dan bukan sebagai bahan evaluasi yang mendesak antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.” kata Kang Emay menyayangkan.

Masih menurutnya, semestinya, cara apa yang harus diselesaikan secara regulatif, ketersediaan anggaran dan potensi apa yang dimiliki sebagai penopang primernya.

“Ini kritik komunikasi yang semestinya tidak terjadi, Diskominfo harus segera mengambil langkah penting agar komunikasi perihal seperti ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang,” tutup Kang Emay. (dar)