Bersaing dengan SSB Ternama dan Luar Negeri

KARAWANG, Sprit – SSB Kancil Mas Karawang mampu mengharumkan nam Karawang dalam keterlibatannya di kejuaraan bergengsi Indonesia Farmel Cup 2019. SSB yang berdiri pada 2014 ini sukses mengantarkan tim U-9 keluar sebagai juara kedua.



Prestasi membanggakan diraih Hillal Khumaini Jami’atul Fazri dan kawan-kawan setelah mampu melalui rintangan sejak fase grup hingga babak semifinal kejuaraan yang berlangsung di Lapangan A dan B Komplek Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), 25-27 Oktober 2019 .

Bersaing di Grup C dengan Harimau Muda Klang Kuala Lumpur, SSB UNI Bandung, Maesa Cijantung Jakarta, GMSA Tangerang, SSB Kancil Mas yang dilatih Achmad Yusuf Bachtiar sukses melaju ke babak 8 besar sebagai runner up dengan koleksi 7 poin, mendampingi SSB UNI Bandung sebagai juara grup.

Semangat dan kualitas yang dimiliki pemain-pemain SSB Kancil Mas mampu melewati rintangan di berikutnya. SSB yang rutin berlatih di Lapang Moksen Karawang ini berhasil menyingkirkan FIFA Farmel Blue 1-0 di babak 8 besar dan Junior Sports Academy dengan skor yang sama di semifinal.

Namun, langkah hebat menuju tangga juara harus terhenti setelah SSB Kancil Mas di kalahkan tim asal Selangor Malaysia, The TSS Club 1-2 di final.

“Alhamdulillah, bagi kami ini adalah sebuah kebanggaan. Anak-anak sudah memberikan yang terbaik. Perjuangan mereka perlu diapresiasi, mengingat turnamen ini diikuti oleh ssb-ssb ternama di Indonesia dan ditambah peserta dari luar negeri yang mempunyai kualitas sangat baik,” ujar Pelatih Kancil Mas U-9 sekaligus CEO SSB Kancil Mas Karawang Achmad Yusuf Bachtiar, didampingi sekretaris Julia Safara Putri, beberapa waktu lalu, Kamis (31/10/2019).

Apalagi, lanjut Yusuf, ia selalu mengingatkan kepada anak-anak bahwa tujuan sepakbola usia dini bukan hanya tentang kemenangan atau menjadi juara. Akan tetapi, bagaimana bisa bermain adil (fair play), semangat, respek terhadap lawan dan persahabatan.

“Bersenang-senang adalah hal yang paling penting dari sepakbola usia dini. Biarkan anak-anak menjadi anak-anak. Sepakbola usia dini harus sederhana, menarik, menyenangkan, dan bermanfaat untuk anak-anak,” katanya. (ayi)