Enan Center Siap jadi Tim Advokasi Jejen

KARAWANG, Spirit – Bola panas pelaporan Wakil Bupati Karawang, Ahmad “Jimmy” Zamakhsari oleh mantan anggota DPRD Karawang peride 2004-2009, Jejen Afandi atas dugaan penyuapan semakin ramai. Enan Center menyatakan siap menjadi bagian tim advokasi Jejen Afandi jika diminta untuk mendampingi.

“Di dalam Enan Centar ada bagian advokasi, jika diminta untuk mendampingi H Jejen,kami siap. Semua ini atas dasar membantu orang yang sedang mencari keadilan,” kata Ketua Enan Center, Fajar Nasrul Haq, Rabu (17/8).

Dikataknnya, dalam prespektif Enan Center, setelah melakukan kajian hukum internal, Fajar mengatakan, dalam hal ini keputusan hukum yang sudah inkrah hanyalah putusan untuk Jejen. Sebaliknya, Fajar mengatakan, keputusam hukum kepada Ahmad ‘Jimmy’ Zamaksari belum selesai.

“Dalam kasus ini, setelah kami baca, ada penyuap dan ada yang disuap, dan yang diadili baru yang disuap, sedangkan penyuap belum,” katanya.

Fajar berharap, Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang untuk kooperatif dengan aturan penegakan hukum yang ada. Pasalnya, dalam kasus yang menyeret nama orang nomor dua di Karawang ini, kredibilitas Kejari Karawang dipertaruhkan.

“Selama ini hukum di kita suka tebang pilih. Tumpul ke atas dan tajam ke bawah, semoga Kejari Karawang bisa benar-benar profesional,” katanya.

 

Jimmy Enggan Berkomentar

 

Di tempat yang berbeda, Wakil Bupati Karawang, Ahmad “Jimmy’” Zamakhsari, saat dimintai tanggapannya justru enggan berkomentar. Padahal sebelumnya , ia mengatakan kemungkinan dirinya untuk melaporkan balik Jejen Afandi atas tindakan penecemaran baik.

 

Ketika ditanya kumpulan kwitansi yang dikatakan Jejen dimiki Jimmy,politisi PKB tersebut justru meminta awak media menanyakannya kepada mantan Bupati, dadang S Muchtar yang pada saat kasus itu terjadi tengah menjabat Bupati Karawang.

“Untuk lebih jelasnya tanya saja Pak Dadang. Bupatinya Pak Dadang S Muchtar,” katanya.

 

Sebelumnya, Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana saat dimintai tanggapanya terkait kasus yang bakal menjerat wakilnya, ia terlihat cuek. Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Karawang ini menegaskan, kasus tersebut bukanlah ranah yang harus dikomentarinya.

“Saya tidak mau berkomentar, itu urusan pribadi,” kata Cellica datar. (mhs)